Anak Down Syndrom: Apa Yang Harus Dilakukan Orang Tua?

anak down syndrom

Anak Down Syndrom: Apa Yang Harus Dilakukan Orang Tua?

anak down syndrom

Down Syndrom merupakan salah satu kelainan genetik yang paling sering oleh anak-anak. Anak down syndrom lahir dengan kelainan genetik pada kromosom yang lebih banyak dari seharusnya. Adanya kelainan pada kromosom tersebut menyebabkan anak mengalami keterlambatan pada perkembangan fisik dan mental.

Table of Contents

Tanpa diagnosis yang mendalam, anak yang terindikasi down syndrom bisa terlihat dari fisik yang khas dan pola perilakunya. Semakin cepat terlihat ciri-cirinya, orang tua bisa langsung melanjutkan pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan kromosomnya. Tapi sejauh ini, belum diketahui secara tepatapa faktor yang menyebabkan bayi terkena down syndrom dan bagaimana cara mencegahnya.

Tapi di lain sisi, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko lahirnya bayi dengan down syndrom, yaitu:

  1. Pada kelahiran sebelumnya, orang tua melahirkan anak dengan down syndrom.
  2. Ibu yang telah memiliki anak dengan down syndrom memiliki faktor risiko lebih besar melahirkan bayi dengan down syndrom pada kehamilan selanjutnya.
  3. Wanita hamil pada usia diatas 35 tahun. Pada usia tersebut cukup rentan melahirkan anak dengan kelainan down syndrom.
  4. Semakin berumur usia ibu yang melahirkan, semakin tinggi pula faktor risiko kelahiran bayi dengan down syndrom.
  5. Down syndrom juga bisa dipengaruhi oleh faktor keturunan.
  6. JIka pada garis keturunan sebelumnya terdapat anak dengan down syndrom maka semakin besar pula peluang anak dengan down syndorm dilahirkan.
  7. Kekurangan asam folat saat melahirkan dapat berpengaruh terhadap pengaturan epigenetic dalam pembentukan kromosom bayi. Pastikan asam folat cukup ketika berencan untuk hamil.

Apa itu Down Syndrom?

Seorang anak mewarisi informasi genetik yang berasal dari kedua orang tuanya dengan 46 bentuk kromosom, yang masing-masing 23 kromosom berasal dari ibu dan 23 kromosom lain berasal dari ayah.

Pada kasus anak dengan down syndrom, mereka memiliki kromosom tambahan pada kromosom ke 21, sehingga total bentuk kromosom yang dimiliki adalah 47.

Anak dengan kelainan down syndrom sering mendapatkan stigma “tidak bisa apa-apa” dan “menjadi beban” oleh masyarakat. Padahal, banyak dari mereka yang memiliki prestasi dan membanggakan.

World Health Organization menyatakan setiap tahun terdapat 3.000-5.000 anak yang lahir di dunia memiliki kelainan down syndrom. Mereka yang lahir dengan kelainan gengetik seperti ini memiliki risiko medis seperti GERD, intoleransi glute, hipotiroidisme, serta cacat jantung bawaan.

Beberapa anak yang mengalami kelainan kromosom ini didiagnosis memiliki gangguan autisme. Autisme tersebut akan mengganggu cara anak dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Seiring bertambah usianya anak,mereka akan berisiko mengalami penurunan kemampuan berpikir yang sering dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.

anak down syndrom

Ciri-ciri Down Syndrom

Orang tua perlu mengetahui seperti apa karakteristik bayi yang menderita down syndrom agar dapat memiliki kesiapan secara pengetahuan maupun mental. Berikut adalah ciri-ciri fisik anak yang menderita down syndrom:

1. Pinggiran Mata Melancip

Pengidap down syndrom memiliki mata yang khas yaitu pinggiran mata yang melancip. Mata yang dimiliki mereka tidak lurus seperti kebanyakan anak-anak. Ini karakteristik

2. Posisi Telinga Rendah

Jika terlihat dari depan, anak dengan down syndrom mempunyai telinga yang berada di bawah garis mata. Anak normal memiliki telinga yang sejajar dengan garis mata.

3. Bentuk Wajah Datar

Wajah yang relatif datar dimiliki oleh pengidap kelainan ini. Rupa wajah datar yang terlihat sangat mudah dikenali dan cenderung sama dengan anak lain yang memiliki donw syndrom juga.

4. Bagian Atas Hidung Datar

Selain wajah yang datar, hidung bagian atas mereka akan terlihat datar. Istilahnya flat nasal bridge yang merupakan karakteristik yang paling sering ditemui

5. Leher Pendek

Mereka memiliki ukuran leher yang lebih pendek dari anak normal kebanyakan. Sebagian besar dari mereka memiliki lemak yang berlebih dibagian leher sehingga terlihat bergelambir.

6. Lidah Lebar

Lidah dengan ukuran lebar menjadi ciri-ciri umum yang mudah dikenali dengan ukuran mulut yang lumayan kecil. Kondisi tersebut menyebabkan tidak proporsional ukuran mulut dan lidah.

7. Perawakan Pendek

Tinggi badan anak yang mengalami kelainan kromosom seperti ini cenderu lebih pendek daripada tinggi anak pada umumnya.

8. Kepala Kecil

Kepala mereka akan terlihat lebih kecil daripada bayi pada umumnya. Secara objektif, dokter biasanya mengukur lingkar kepala bayi dengan mengukur plot kepala.

Pengobatan Down Syndrom

Perlu diketahui bahwa penyakin dengan kelainan genetik down syndrom tidak dapat disembuhkan, maka dari itu pada proses perlakuan anak tersebut harus mendapatkan peran aktif dari orang tua, keluarga, maupun lingkungannya, untuk memberikan kehidupan yang normal pada pengidap down syndrom.

Anggota keluarga bisa memberikan akses perawatan kesehatan yang memadai pada anak tersebut. Bisa dengan mengikuti program yang mendukung aktivitas anak pengidap down syndrom. Mengikuti organisasi dan edukasi juga perlu agar anak mendapatkan dukungan, dan juga mendapatkan pertukaran informasi.

Usaha yang juga perlu dioptimalkan oleh keluarga adalah mengupayakan kehidupan keluarga senormal mungkin. Hal ini berfungsi agar memberikan ruang tumbuh yang baik pada anak dengan down syndrom.

Julie Hughes menyarankan untuk meningkatkan kemampuan mengingat anak dengan cara, yaitu:

1. Membantu Anak Mendengar

Kesulitan anak down syndrom dalam mempelajari hal baru bisa disebabkan oleh terganggunya pendengaran mereka. Orang tua perlu meminta pertolongan dokter untuk menangani masalah pendengaran ini. Cara yang bisa orang tua lakukan adalah dengan mengurangi suara-suara bising dilingkungan anak.

2. Melatih Fokus

Cobalah untuk sering melatih fokus mereka dengan berbicara sambil menatap wajah anak. Pegang bahunya sambil menatap wajah dan berbicara pada anak akan memudahkan mereka untuk fokus. Bila sudah bisa mendapatkan perhatiannya, berikan dia kesempatan untuk mengulang kembali kata-kata yang dikeluarkan orang tua.

3. Mengajar Mengingat

Biasakan anak untuk mengingat hal-hal yang terjadi pada lingkungan seperti mengingat nama-nama hewan, nama-nama buah dan sayuran, mengingat angkat, kata-kata baru. Kegiatan ini bisa divariasikan dengan membaca buku anak-anak Bersama serta menyanyikan lagu Bersama

Apa Yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Sebenarnya, anak yang lahir dengan down syndrom sama normalnya dengan anak yang memiliki usia sepantarannya. Hanya saja, mereka memerlukan dukungan yang lebih dan waktu yang lebih lama untuk beradaptasi dengan aktivitas sehari-hari.

Mereka memiliki kemampuan yang tersembunyi yang sulit terlihat jika tidak diperhatikan orang tua. Maka dari itu, peran orang tua sangat penting pada fase pertumbuhan anak tersebut.

Untuk mengetahui bakat dari anak itu, perlu bimbingan, ketanggapan, kepedulian yang lebih dari orang tua. Secara berangsur-angsur, anak tersebut akan memiliki ritme pertumbuhannya sendiri.

Pola pikir yang orang tua perlu ketahui adalah anak dengan syndrom melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya sendiri, memecahkan masalah yang dihadapinya dengan cara sendiri. Sebenarnya, mereka lebih cerdas dan lebih kreatif dibandingkan anak normal lainnya.

Akan tetapi, mengurus anak down syndrom sangat membutuhkan usaha yang optimal dan tidak pernah mudah. Kesabaran ekstra perlu untuk memahami apa yang diinginkan anak tersebut. Orang tua tidak boleh menyerah untuk memberikan bantuan. Karena pada dasarnya, anak akan bertumbuh menjadi lebih cerdas dan akan membanggakan orang tuanya kelak.

Berikan bantuan dan perhatian ketika mereka mengalami suatu masalah yang dihadapi. Tapi, ada kalanya orang tua perlu memperhatikan momen di mana anak tersebut ingin memilih pilihannya sendiri, dan orang tua perlu tahu kapan momen tersebut akan tiba.