Apa Itu Cyber Bullying? Netizen Wajib Tahu Nih

apa itu cyber bullying

Apa Itu Cyber Bullying? Netizen Wajib Tahu Nih!

korban cyber bullying

Di era pandemi seperti sekarang, orang semakin betah di sosial media. Tak heran, ketika ada berita baru tentang publik figur tertentu, trending cepat sekali naik. Sayangnya, mayoritas netizen (sebutan warga net) masih rendah literasi tentang cyber bullying. Sehingga, mereka cenderung tidak paham apa sebenarnya cyber bullying itu.

Betapa mudah jari-jari mengetik untuk mencibir orang yang tidak disukai melalui sosial media. Netizen tidak lagi mempedulikan bagaimana kondisi psikis dari sasarannya. Inilah bentuk umum dari cyberbullying yang sering dianggap lumrah. Kami dari tim Salurehat, sangat peduli dengan kejadian cyber bullying ini. Sebab ini menyangkut dengan kesehatan mental korban dan pelaku bullying tersebut.  

Oleh karena itu, kami menghadirkan artikel tentang cyber bullying ini agar kita semua semakin peduli pada dunia cyber. Dan korban cyberbullying bisa hidup dengan tentram karena lingkungan yang mendukung.

Pengertian Cyber Bullying

Dilansir dari Stop Bullying, cyberbullying adalah penindasan yang terjadi melalui perangkat digital seperti ponsel, komputer, dan tablet. Penindasan maya dapat terjadi melalui SMS, teks, dan aplikasi online, media sosial, forum, atau permainan tempat orang dapat melihat, berpartisipasi, atau berbagi konten.

Cyberbullying termasuk mengirim, memposting, atau berbagi konten negatif, berbahaya, palsu, atau jahat tentang orang lain. Ini dapat mencakup berbagi informasi pribadi atau pribadi tentang orang lain yang menyebabkan rasa malu atau penghinaan.

Beberapa penindasan maya melewati batas menjadi perilaku yang melanggar hukum atau kriminal. Tempat paling umum dimana cyberbullying terjadi adalah: media Sosial, seperti Facebook, Instagram, Tik Tok, dan aplikasi chatting, SMK, serta forum online.

Nah, sekarang kamu sudah ada gambaran kan tentang cyberbullying? Semoga penjelasan Rere tadi bisa membantu yaa.

Contoh Kasus Cyberbullying

Sudah banyak kasus cyber bullying yang terjadi di Indonesia maupun global. Menurut UNICEF, ciri-ciri cyber bullying dapat kita kenali seperti berikut:

  • Menyebarkan kebohongan atau memposting foto memalukan seseorang di media sosial
  • Mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui platform perpesanan
  • Meniru identitas seseorang dan mengirimkan pesan jahat kepada orang lain atas nama mereka.
  • Mengomentari perilaku seseorang di social media dengan kalimat yang jahat dan cenderung menjatuhkan.

Dilansir dari Tirto.id, ospek daring (online) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sempat menjadi sorotan di media sosial. Penyebab viralnya ospek adalah pihak panitia yang dianggap melakukan kekerasan secara verbal kepada mahasiswa baru karena tidak mengenakan ikat pinggang. Video tersebut kemudian menjadi viral. Pihak Unesa mendapat sorotan dari berbagai media. Maka, komentar pedas netizen memenuhi media sosial Instagram Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa.

Baru-baru ini juga kasus rumah tangga Ayus Sabyan kerap mencuat ke publik. Kasus perselingkuhan Ayus Sabyan dengan Nissa Sabyan menjadi bahan cibiran netizen. Mereka yang awalnya merupakan fans berat dari grup gambus ‘Sabyan’ , seketika berubah menjadi haters.

Nissa dan Ayus Sabyan

Sumber: Google Image

Admin Rere merasa ini sangat miris. Sebab, serbuan komentar pedas netizen ditujukan pada kedua artis ini. Netizen seketika berfokus pada kasusnya, dan melupakan karya-karya hebat yang pernah mereka sajikan.

Bukankah komentar-komentar jahat yang menjatuhkan juga merupakan bagian dari cyberbullying? Dan apakah pantas kita menganggap itu sebagai hal yang wajar? Bagaimana jika sang tokoh sampai merasa hancur mentalnya? Bahkan sampai berujung pada bunuh diri seperti kasus Sully, aktris sekaligus anggota girlband f(x) di Korea Selatan.

Penyebab Cyber Bullying

Seseorang melakukan cyber bullying tentu ada penyebab yang mendasarinya. Nah, berikut kami jabarkan lima pemicu cyber bullying di kalangan netizen :

Pernah Menjadi Korban Bullying

korban cyber bullying

 

Pinterest.com

Korban bullying biasanya sangat sulit melupakan kejadian menyakitkan di masa lalu. Hingga akhirnya, korban bullying muncul perasaan agar orang lain ikut merasakan apa yang dia rasakan. Sayangnya, perasaan yang dimaksud adalah perasan orang lain menjadi korban bullying. Di dunia maya sendiri, orang bisa sangat mudah melakukan cyber bullying. Apalagi dengan minimnya pengawasan.

Kejenuhan atau Mencoba Menjadi Sosok Baru

Pelaku cyber bullying

 Sumber : Pinterest.com

Kejenuhan bisa saja menyapa sesorang. Kita merasa harus menjadi pribadi yang ideal di mata banyak orang. Namun, banyak juga yang justru jenuh dengan norma sosial yang berlaku. Mereka merasa ingin menjadi sosok yang berbeda dan penuh kontroversi. Salah satunya dengan menjadi pelaku cyber bullying. Mereka tidak harus menunjukkan identitas asli mereka, yakni sebagai “anonim”. Sehingga mereka merasa tetap tersalurkan kepuasannya tanpa tercoret citranya.

Selain itu, perilaku cyberbullying melakukannya dengan cara yang tidak konfrontatif, terutama jika dilakukan secara anonim. Ini berarti bahwa pelaku dapat meninggalkan komentar yang tidak menyenangkan dan tidak perlu menunggu untuk membaca balasannya.

Kesepian atau Isolasi

tidak punya temanFreepik.com

Siapa sangka, orang yang kesepian di masyarakat atau sedang isolasi mandiri bisa saja terdorong melakukan cyber bullying. Mereka merasa butuh diperhatikan oleh lingkungan sekitarnya. Dengan melakukan cyber bullying lah mereka menjadi pusat perhatian. Selain itu, mereka bisa menyalurkan kemarahan terpendamnya kepada orang lain.

Baca juga : Isolasi Mandiri? 6 Aktivitas Ini Bisa Mengurangi Stres Kamu Loh

Hubungan Sosial yang Kandas

Hubungan pertemanan yang awalnya baik-baik saja, bisa berakhir putus karena masalah dua belah pihak. Ketika masih ada dendam yang terselip, memungkinkan seseorang melakukan cyber bullying. Ujung-ujungnya, cyberbullying menjadi pelampiasan dendam seseorang.

Kurangnya Empati

Faktanya, beberapa penelitian menemukan bahwa sejumlah besar siswa yang terlibat dalam cyber bullying melaporkan tidak merasakan apa-apa terhadap korban setelah melakukan bullying. Tak hanya itu, banyak anak melaporkan bahwa cyberbullying membuat mereka merasa lucu, populer, dan berkuasa. 

Baca juga : Pengertian Insecure dan Cara Mengatasinya

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on linkedin
LinkedIn