Apa Itu Overthinking? Kenali Secara Mendalam!

Apa itu overthinking

Apa Itu Overthinking? Kenali Secara Mendalam!

Pernahkah kamu memikirkan sesuatu hingga hidupmu terasa terganggu? Kamu memikirkannya hingga menjadi ketakutan baru tersendiri. Bahkan, kamu membayangkan skenario terburuk yang akan terjadi jika kamu mengambil sebuah keputusan. Wah kemungkinan besar kamu mengalami overthinking!

Apa itu overthinking

 

Sayangnya, banyak orang menyimpulkan bahwa overthinking adalah bagian dari kepribadian mereka. Padahal faktanya, semakin lama kamu memikirkan sesuatu, semakin sedikit waktu dan energi yang mungkin kamu miliki untuk mengambil tindakan produktif.

Oleh karena itu, Rere kali ini mencoba memperkenalkan overthinking ke kamu dari mulai pengertiannya, ciri-cirinya, hingga penyebabnya. Yuk simak lebih lanjut!

Arti dari Overthinking

Overthinking adalah gangguan berpikir berlebihan yang dipicu oleh pikiran negatif. Menurut Psychology Today, ketika kita terlalu memperhatikan pikiran-pikiran semacam itu, menganalisis maknanya secara berlebihan, dan berusaha terlalu keras untuk mengendalikannya, kita dapat tergelincir ke dalam bentuk-bentuk pikiran yang tidak sehat.

Pikiran yang tidak sehat ini bisa membawa kita pada masalah yang lebih serius seperti anxiety disorder, tertekan, depresi, obsesi, dan sebagainya. Sehingga overthinking dapat berpengaruh kepada kesehatan emosional, kebahagiaan, dan kesejahteraan kita.

Ciri-ciri Overthinking

Penting sekali untuk kita mengetahui ciri-ciri overthinking agar lebih aware terhadap diri sendiri. Ada cara praktis untuk mengetahui apakah dirimu sedang dalam overthinking atau tidak. Bersumber dari Psychology Today, kamu bisa coba jawab 10 pertanyaan sederhana berikut:

  1. Apakah kamu dengan mudah menyadari apa yang kamu pikirkan pada saat tertentu?
  2. Apakah kamu sering mempertanyakan mengapa kamu memiliki pemikiran tertentu?
  3. Apakah kamu sering mencari makna yang lebih dalam secara signifikan?
  4. Saat merasa kesal, apakah kamu sering fokus pada apa yang kamu pikirkan?
  5. Apakah kamu memiliki kebutuhan yang kuat untuk mengetahui atau memahami cara kerja pikiran kamu?
  6. Apakah kamu merasa penting untuk memiliki kendali ketat atas pikiranmu?
  7. Apakah kamu memiliki toleransi yang rendah untuk pikiran yang spontan dan tidak diinginkan?
  8. Apakah kamu sering berjuang untuk mengendalikan pikiran Anda?
  9. Apakah kamu lebih sering memikirkan masalah daripada solusinya?
  10. Apakah kamu hingga sulit tidur karena memikirkan sesuatu?

Nah, jika jawabanmu lebih banyak “ya”, ada kemungkinan kamu memang sedang mengalami overthinking.

Penyebab Overthinking

Beragam penyebab yang melatarbelakangi seseorang menjadi overthinker. Untuk bisa mengatasi overthinking, tentu kamu harus mengenali penyebabnya terlebih dahulu. Jadi apa saja yang mungkin jadi penyebab munculnya overthinking. Simak di bawah ini ya:

1. Terlalu takut pada masa depan

Masa depan terlalu menakutkan sehingga menggiring mereka untuk berpikir jauh ke depan. Bagaimana nanti hidupku 20 tahun lagi? Apa aku masih begini saja? Mengapa penyakitku tak kunjung sembuh, akankah aku  menderita penyakit ini sepanjang sisa hidupku? Nah, itulah yang dirasakan oleh para overthinker.

Memang kita sebaiknya merencanakan masa depan, tetapi bukan untuk terus memikirkannya sebagai suatu masalah besar. Apa yang ada di depan mata sekarang adalah yang utama. Sebaiknya kita mengkhawatirkannya ketika semua sudah selesai dilakukan.

Sebab, bukankah percuma terus mengkhawatirkan hal di masa depan, toh nantinya belum tentu berjalan sesuai rencana?

2. Fokus pada rasa tidak percaya diri

Mayoritas orang mengira bahwa kita perlu memiliki rasa percaya diri yang baik. Padahal, tidak percaya diri bukanlah hal buruk. Hey, kita tidak bisa memupuk rasa percaya diri secara instan, dengan hanya mengubah pola pikir. Oleh sebab itu, kamu tidak perlu memaksakan dirimu untuk percaya diri.

Seringkali kebanyakan orang mengaitkan overthinking dengan rasa tidakpercaya diri. Benarkah begitu? Pada dasarnya, percaya diri meningkat saat kita bisa melakukan sesuatu yang sebelumnya kita tak mampu. Misalnya, kamu berhasil dalam ujian atau mencapai prestasi bekerja. Maka, lambat laun kamu akan semakin percaya diri.

Maka dari itu, penyebab utama overthinking bukan karena rasa percaya diri seseorang, melainkan bagaimana ia memahami dirinya sendiri. Apa kekuatanmu? Apa kelemahanmu? Apa value hidupmu? Kenali itu terlebih dahulu ya, Teman Rehat.

3. Trauma masa lalu

Kejadian yang menyakitkan hingga terngiang dalam kepalamu boleh jadi penyebab kamu sering overthinking. Misalnya, dulu kamu pernah jatuh dari sepeda. Lantas, kamu harus berpikir keras setiap kali disuruh mencoba naik sepeda lagi. Pikiranmu bercabang tentang apa yang terjadi dulu. Sehingga kamu hilang keberanian untuk memulainya.

4. Membandingkan diri dengan orang lain

“Membandingkan” memang memiliki sisi baik dan buruk. Semangatmu bisa saja tersulut dengan adanya perbandingan itu sehingga kamu berani untuk bersaing. Namun belakangan ini, membandingkan diri dengan orang lain mungkin lebih condong ke sisi buruk. Ujung-ujungnya, kita malah sibuk berpikir berlebihan tentang siapa yang lebih baik dan lebih buruk.

Biasanya perbandingan berlaku tentang lingkungan keluarga tempat dibesarkan, lingkungan sekolah atau pekerjaan, zaman, dan lain-lain. Sama halnya jika kita memilih restoran untuk makan siang. “Restoran A sepertinya banyak menu yang lebih enak dibandingkan Restoran B. Walaupun harganya lebih murah, tapi suasananya cukup nyaman kok.” Membandingkan itu wajar kok karena manusia memang cenderung membandingkan.

Maka, yang perlu kita lakukan bukan berpikir “jangan membandingkan”, tetapi menarik garis pembatas di dalam hati bahwa “tidak perlu membandingkan”. Sebab, kamu akan merasakan kelelahan yang jauh lebih berat daripada apa yang dilihat orang lain.

5. Takut gagal atau tidak sempurna

Siapa sih di dunia ini yang mau gagal? Karena sebegitu menyakitkan dan melelahkannya rasa gagal itu sendiri. Bayangkan saja, kamu sudah berlatih keras tetapi akhirnya kamu tetap gagal. Oleh sebab itu, tak jarang orang menjadi overthinking karena ketakutan yang besar terhadap kegagalan.

Jujur, Rere pun pernah mengalami overthinking saat menjelang lomba. Sampai-sampai, Rere sulit tidur di malam hari karena terlalu memikirkan apa yang akan terjadi esok. Paginya, tubuh jadi gak fresh lagi dan susah untuk produktif. Dampak lebih parahnya adalah Rere akhirnya gagal dalam lomba tersebut. Padahal sebelumnya Rere sudah mempersiapkannya sematang mungkin. Huhu 🙁

Dari situlah, kita bisa menyimpulkan bahwa persiapan matang tidak bisa menjamin keberhasilan seseorang jika overthinking sudah menyerang. Fatal ya?

Cara Menghadapi Overthinking

Berdasarkan pengalaman Rere sendiri, cara terbaik untuk tidak berpikir macam-macam adalah dengan menyibukkan diri dengan kegiatan positif. Walaupun memang menambah pekerjaan mungkin akan semakin melelahkan.

Oleh karena itu, cobalah untuk melakukan sesuatu yang kamu senangi. Misalnya, kamu suka seni, cobalah melukis untuk meluapkan naluri senimu. Atau kamu senang berbincang dengan orang baru, lakukanlah lebih sering, gali cerita-cerita positif darinya!

Rere paham bahwa overthinking itu mudah sekali menyapa. Tetapi satu hal yang perlu kamu sadari, ketakutanmu pada sesuatu belum tentu akan terjadi. Mengapa tidak fokus pada kemampuanmu saat ini? Melangkah saja dahulu, karena setelah mencoba kebanyakan justru bisa diatasi.

Ada kutipan menarik dari psikiater Jepang, Tsuneko Nakamura dalam buku Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan.

 “Yang tidak berjalan baik hanyalah hal-hal yang paling diharapkan berjalan baik.”