Broken Home Sangat Berakibat Buruk Pada Anak

broken home

Broken Home Sangat Berakibat Buruk Pada Anak

broken home

Table of Contents

Teman Rehat, apakah kamu pernah mendengar kata Broken Home? sepertinya pernah ya, karena di sekeliling kita banyak yang mengalami kasus ini. Di tambah media social yang semakin marak di gunakan anak muda jaman sekarang, pasti kita pernah membaca thread di twitter tentang broken home, atau di tik – tok yang suka membahas topik ini juga.

Kita sebagai manusia, pasti ingin memiliki keluarga yang harmonis dan utuh. Apa lagi saat kita remaja, kita sangat membutuhkan sosok kedua orang tua kita sebagai contoh di hidup kita. Keluarga merupakan bagian penting dalam hidup kita, masa depan seorang anak pun bergantung dari baik atau tidak nya keluarga. Namun, Teman Rehat, tidak semua dari kita dapat merasakan itu semua. Ada kalanya, sebuah keluarga mengalami keretakan hingga berpisah, ini yang biasanya kita sebut Broken Home.

Broken Home atau Keluarga yang tak utuh adalah kondisi dimana adanya sebuah masalah yang memicu keretakan di dalam rumah tangga. Masalah ini diawali oleh pertengkaran orang tua, yaitu ayah atau ibu, biasanya didasari ketidak cocokan diantara keduanya, perselingkuhan atau adanya orang ketiga, yang berakhir pada perpisahan orang tua atau perceraian.

 

Sebenarnya, tidak semua perceraian orang tua dapat menyebabkan Broken Home lho Teman Rehat, karna masih ada kok orang tua yang sudah berpisah tapi tetap bisa memberi perhatian dan kasih sayang yang sama seperti sebelum mereka bercerai. Keluarga yang disebut broken home adalah jika di keluarga tersebut terjadi krisis, masalah, ketidak pahaman berbagai pihak, dan masalah lainnya yang tidak bisa di selesaikan dan menjadikan itu semua konflik.

Dalam kondisi ini, posisi seorang anak akan sangat dirugikan oleh masalah yang di lakukan orang tuanya. tentunya membuat runtuhnya dunia si anak karena tidak mendapat kasih sayang hingga perhatian dari orang tuanya. Dari masalah ini, akan menimbulkan trauma yang sangat mendalam bagi si anak yang akan disimpannya sampai dia dewasa.

Trauma yang di rasakan oleh sang anak sangatlah mengganggu perkembangan ia saat dia remaja. Bisa saja mempengaruhi sikap si anak yang berubah setelah mengalami broken home. Kejadian ini sangat sering terjadi kepada anak broken home, yang dahulunya menjadi anak yang periang, bahagia selalu dan berubah menjadi anak yang tertutup, emosi tidak terkendali dan masih banyak perubahan yang mereka rasakan. Ada juga yang mencari pelampiasan, seperti salah pergaulan karena tidak diperhatikan oleh kedua orang tua nya dan lain sebagai nya.

Berikut dampak yang di rasakan oleh anak korban broken home :

1. Mengalami Kesedihan Yang Berkelanjutan

Saat seorang anak mengetahui bahwa keluarganya sedang tidak baik – baik saja, bahkan sampai terjadi perpecahan, tentunya akan membuat anak tersebut merasa kehilangan. Dia kehilangan sosok ayah dan ibu mereka, mereka kehilangan keharmonisan keluarga nya. Dari kehilangan tersebut membuat sang anak merasa sedih. Dikala sedih, orang tuanya sibuk mengurus perpisahan, dan tidak ada yang menguatkan mereka.

Belum lagi, mereka yang baru saja merasa kehilangan keluarga nya yang utuh, melihat teman – teman mereka yang keluarga nya masih utuh, itu akan menyebabkan mereka mengalami kesedihan yang berkelanjutan lho Teman Rehat. Terbayang ya gimana sedihnya mereka.

2. Menyalahkan Dirinya Sendiri Sebagai Penyebab Perpisahan

Karena masalah yang terjadi pada rumah tangga yang terus menerus, banyak dari anak broken home mengira, penyebab masalah yang selalu datang di keluarganya adalah diri nya sendiri. Padahal belum tentu masalah itu datang dari diri nya.

Mungkin dikarenakan orang tuanya sering bertengkar dihadapannya, dia tau masalah apa saja yang menjadi pemicu pertengkaran tersebut. Atau malah orang tua nya sering melampiaskan masalah yang terjadi kepadanya.

3. Performa Prestasi Menurun

Dikarenakan mereka sedang melalui masalah, prestasi mereka akan menurun diakibatkan oleh tekanan yang datang menghampir hari – hari mereka. Banyak factor yang mempengaruhi prestasi si anak broken home ini, yaitu, tekanan emosional, pergantian gaya hidup yang sebelumnya baik – baik saja , menjadi tidak baik – baik saja, dan juga hal – hal lain, seperti lingkungan sekitar rumah, sumber finansial yang tidak cukup dan masih banyak lagi.

Selain itu, dengan kehilangan sosok orang tua sebagai role model nya, sang anak akan kehilangan motivasi belajar karena orang yang ingin mereka banggakan telah berpisah. Selain itu, yang dulunya orang tuanya dapat mengajari mereka, setelah terjadi perpisahan akan sibuk dengan kegiatannya sendiri.

4. Entah Dimana Akan Berlabuh

Kebanyakan anak broken home bingung untuk memiih dimana mereka akan berlabuh. Apakah akan ikut ke ayah, atau ibu nya. Ini menjadi pilihan yang sangat sulit karena mereka sebenarnya ingin Bersama keduana. Mereka akan merasa buta dan hilang arah ketika disuruh memilih, banyak pertimbangan seperti apakah ayah atau ibu akan menikah lagi? apakah saya akan memiliki saudara tiri, dan lain sebagainya.

Namun dari semua cobaan ini, pasti ada hikmahnya kok. Biasanya anak broken home tumbuh lebih kuat disbanding lainnya, karena mereka sudah merasakan hal yang sangat berat di hidup mereka. Dan juga mereka biasanya lebih mandiri, karena mereka sudah terbiasa melakukan segala sesuatunya sendiri. jadi bagi kalian jangan bersedih ya !

Jika kita adalah salah satu dari anak – anak broken home, atau kita memiliki teman yang broken home, apa saja sih yang harus kita lakukan kepada mereka? berikut cara mengatasi broken home sebagai seorang anak:

1. Temukan Masalah

Temukan masalah yang memberi dampak buruk terhadap fisik dan mentalmu. Memang saat ini kamu tidak menyadari dampak buruk dari broken home, dan merasa baik – baik saja dengan keadaan mu sekarang. Tetapi, coba pikirkan kembali dan ingat kembali, bahwa ada dampak yang buruk kamu rasakan, mungkin membuatmu berubah secara tidak sadar.

Kamu harus berani untuk mengakuinya, dan segera berdamai dengan itu. Mungkin dampak buruk yang terjadi selama ini kamu tidak sadari adalah kebiasaan buruk yang selama ini kamu ingin hilangkan, atau mungkin kekesalan yang selalu menghantuimu tapi kamu tidak tau datangnya darimana.

2. Belajar Menerima Kenyataan

Hapus air matamu, dan hapus luka di batin mu. Perpisahan orang tua mu bukan akhir dari segalanya, dan mungkin ini yang terbaik bagi mereka. Kuatkan dirimu untuk menerima kenyataan ini dengan lapang dada, dan maafkan segalanya. Dan tentunya berjanjilah pada dirimu, jika suatu saat kelak, kamu tidak akan mengulangi kesalahan tersebut.

3. Fokus Pada Impian dan Cita – cita mu

Dari pada kamu sedih, mendingan kamu focus pada impian dan cita – cita mu. Karena masa depan adalah milikmu dan hanya kamu yang dapat mengaturnya, apakah kamu ingin terus sedih dan menyalahkan kondisi? atau kamu ingin focus untuk mengejar semua impianmu? itu pilihan mu ya Teman Rehat.

4. Tetap Bersyukur

Tetap bersyukur dengan adanya dirimu sekarang. Seburuk – buruknya kondisimu sekarang, kamu harus tetap bersyukur karena dengan begitu kamu akan cepat meng – ikhlaskan segalanya dan bisa dengan cepat untuk pulih dari keterpurukan.

Selalu berdoa kepada tuhan atas apa yang telah terjadi dihidup mu dan doakan selalu kedua orang tua mu. Karena dengan mencoba mendekatkan diri kepada tuhan, akan meringankan semua beban yang sedang kamu pikul.

Keluarga yang Broken dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik sang anak secara tidak langsung lho  Teman Rehat.  Dampak yang terjadi tidak sedikit yang berifat negative yang nantinya akan mempengaruhi masa depan anak. Lalu apa sih yang bisa kita lakukan sebagai orang tua terhadap anak broken home?

  1. Hindari memperlihatkan keributan di depan anak
  2. Ajari anak untuk berfikir positif
  3. Jangan biarkan anak menyalahkan dirinya sendiri
  4. Luangkan waktu untuk mendengarkan curahan hati anak
  5. Ajari anak untuk mencoba hal-hal baru yang menyenangkan
  6. Jaga keharmonisan keluarga
  7. Bawa ke psikologi anak jika psikisnya terganggu.

Keluarga Broken home bukan lah impian setiap orang. Kondisi ini memanglah sangatlah berat dan jadikan hal ini sebagai ujian bagi kita. Mempertahankan keharmonisan sebuah keluarga memang sangat lah berat, tetapi jika sudah terlanjur tidak bisa diselamat kan, pikirkanlah psikis dan kesehatan anak, beri mereka perhatian yang tetap utuh walau sudah tidak Bersama, dan beri mereka pengertian pelan – pelan.