Cara Menghilangkan Trauma Tanpa Pemaksaan, Patut Dicoba!

Cara Menghilangkan Trauma Tanpa Pemaksaan, Patut Dicoba!

Cara Menghilangkan Trauma Tanpa Pemaksaan, Patut Dicoba!

Bayangan masa lalu yang begitu kelam dan membekas biasanya menimbulkan trauma tersendiri. Sayangnya, sebagian orang menganggap tidak perlu tahu cara menghilangkan trauma. Padahal, kamu mungkin pernah melihat seseorang yang trauma terhadap sesuatu hingga sangat ketakutan dan menangis.

Namun perlu diketahui bahwa trauma bukan berarti tidak bisa dihilangkan. Ada cara menghilangkan trauma yang patut kamu coba. Yakinlah, kamu bisa kok move on dari trauma psikismu.

Apa Itu Trauma?

Menurut Psychology Today, trauma adalah respon emosional seseorang terhadap pengalaman yang menyedihkan. Biasanya trauma ditandai dengan rasa takut yang berlebihan. Orang yang memiliki trauma merasa kehilangan rasa aman ketika bertemu lagi kejadian traumatis di masa lalunya.

Segelintir orang saja yang bisa menjalani hidup tanpa mengalami trauma. Namun, kejadian traumatis cenderung datang tiba-tiba dan tidak dapat kita prediksi. Sehingga itu bisa saja mengancam kehidupan seseorang. Dalam beberapa kasus, mereka mungkin tidak tahu bagaimana cara mengatasinya bahkan menyangkal kejadian traumatisnya di masa lalu.

Penyebab Munculnya Trauma

Beberapa hal bisa melatarbelakangi munculnya trauma seseorang. Misalnya, kehilangan orang tua di masa kanak-kanak, kecelakaan mobil, kekerasan fisik, serangan seksual, pengalaman pertempuran militer, kehilangan orang yang dicintai, dan lain-lain. Ini hanya penyebab umum munculnya trauma, kalau kamu bagaimana? Yuk kenali penyebab munculnya trauma kamu supaya kamu tahu cara menanganinya.

Cara Menghilangkan Trauma

Trauma yang sudah melekat kuat pada ingatan, mungkin berat sekali menghilangkannya. Tak apa-apa, Rere bisa mengerti. Kamu bisa coba cara menghilangkan trauma tanpa perlu memaksakan dirimu. Jadi, cukup lakukan secara step by step. Simak tips jitu versi Salurehat ini yuk!

1. Kenali Penyebab Trauma

Setiap orang memiliki trauma yang berbeda-beda. Tentunya, setiap trauma juga memiliki penyebabnya masing-masing, tergantung peristiwa asal mulanya. Misalnya trauma Rere nih, Rere takut banget memegang kucing karena semasa kecil pernah ngejailin kucing hingga dicakar.

Atau kisah lain, seseorang yang ditinggal orang yang sangat dicintainya, misalnya anaknya. Lantas, ia menjadi trauma setiap mengingat kematian anaknya. Ia bisa menjerit-jerit ketakutan dan tidak mampu mengontrol dirinya. Contoh kisah trauma ini bisa kamu tonton di sinetron Ikatan Cinta.  Mama dari tokoh Aldebaran mengalami trauma yang terus menerus, yang disebut dengan PTSD (post-traumatic stress disorder).

Teman Rehat, coba deh kamu ingat-ingat penyebab trauma kamu di masa lalu. Dan akui itu! Nantinya kamu akan lebih mudah berdamai dengan kejadian traumatismu.

2. Terbuka dengan Orang Yang Setia Mendukungmu

Peristiwa trauma memang sangat berat jika dilalui sendirian. Kamu membutuhkan orang-orang yang bisa merangkulmu saat kamu menemukan kejadian traumatis. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah bosan dan lelah menemani kamu meski di masa-masa sulit. Bahkan mereka mungkin siap membantumu menghilangkan rasa trauma. Terbukalah dengan mereka.

Di Salurehat, kamu juga bisa temukan orang-orang yang mendukungmu loh. Ada fasilitas Salur Cerita yang bermanfaat untuk menyalurkan segala kepenatanmu. Selain itu, kami tim Salurehat siap membalas setiap curhatmu termasuk menemanimu keluar dari traumatis kamu. Jadi, kapan kamu mau cerita ke Rere di Salur Cerita? Rere tunggu yaa!

3. Fokus pada Diri Sendiri dan Orang Sekitar

Ketika kamu sadar memiliki trauma tersendiri, bukan berarti kamu perlu memikirkannya berlarut-larut. Apalagi kalau kamu sampai menjadi depresi. Kehidupanmu dan masa depanmu lebih penting daripada trauma di masa lalu. Ingatlah, masih ada juga orang-orang di sekitarmu yang perlu kamu bahagiakan.

Baca juga : Ciri-ciri Depresi Yang Harus Kamu Perhatikan

Kamu bisa coba matangkan lagi rencana masa depanmu. Dengan begitu, kamu akan lupa dengan sendirinya tentang kejadian traumatismu. Lambat laun, Rere yakin rasa trauma kamu akan hilang. Jadi, apa target masa depanmu?

4. Komunikasikan dengan Tenaga Profesional

Kalau kamu merasa trauma kamu sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-harimu, saatnya mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater. Kamu akan mendapatkan penanganan yang tepat. Jadi, kamu tidak perlu takut ya.

Menurut Healthline, tanda-tanda bahwa seseorang mungkin membutuhkan bantuan profesional untuk mengatasi peristiwa traumatis meliputi:

  • Ledakan emosional
  • Perilaku agresif
  • Sering menarik diri
  • Gangguan tidur terus-menerus
  • Obsesi yang berlanjut dengan peristiwa traumatis
  • Menyebabkan masalah serius di sekolah atau tempat kerja

Baca juga : 5 Tips Anti Burnout Walau Kerja Dari Rumah

Itu tadi beberapa cara menghilangkan trauma tanpa perlu memaksa dirimu. Rere sangat memahami bahwa memaksa diri untuk segera menghilangkan trauma memang sangat sulit. Wajar kok. Kamu bisa melakukannya secara perlahan. Yang terpenting, kamu selalu menyadari bahwa trauma itu bukan sesuatu yang permanen dan bisa kamu sembuhkan. Selamat mencoba ya, Teman Rehat.

Baca juga : OCD vs Perfeksionis Kamu yang Mana?