It’s Okay Not To Be Okay

its okay not tobe okay

It’s Okay Not To Be Okay

Table of Contents

its okay not to be okay
Sumber : https://www.freepik.com/

Hai teman rehat. Apakah kalian pernah menutupi perasaan kecewa, sedih, marah atau pun perasaan tidak baik? agar tidak menyakiti orang lain, pasti pernah dong ya!. Kebanyakan dari kita selama ini hidup di mana kita harus bersikap baik – baik saja, padahal yang kita rasakan berbanding terbalik. Ini kita lakukan semata – mata hanya untuk menjaga perasaan orang – orang di sekitar kita. It’s Okay Not To Be Okay jika kamu mengekspresikan perasaan mu ketika sedang berada di situasi yang tidak nyaman.

Kita selalu takut jika menampakkan perasaan tidak baik tersebut, kita takut orang akan men–cap kita sebagai orang yang pemarah, tidak ber–etika, atau sebutan lainnya. Padahal banyak sekali dampak yang akan timbul dari perilaku memendam tersebut.

Banyak hal yang memicu kita selalu merasa tidak baik. Ketika kita mengenang tragedy yang membuat kita trauma misalnya. Mungkin secara tidak sadar kita tidak menyadari adanya suatu kejadian yang sangat membekas sekali di pikiran kita. Kita tanpa sadar menyimpan memori itu sampai waktu yang lama, dan selalu menghantui pikiran kita.

Untuk kamu yang tidak bisa mencurahkannya, ini akan menjadikanmu pribadi yang tertutup, bahkan kalian akan sering mengalami Generalized anxiety disorder (GAD). kamu akan sering mengalami kegelisahan yang tentunya akan menghambat kinerja dan kegiatanmu.

Tapi jika kamu yang ekspresif dan mudah untuk menceritakannya, kamu akan menjadi pribadi yang kuat dan Tangguh. Berikut penyebab kenapa sih, banyak orang yang selalu menyimpan buruknya perasaan yang di rasanya :

5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Disaat Pandemi Covid – 19

Cara Mengatasi Susah Tidur Tanpa Obat Dengan 10 Langkah

5 Tips Mengatasi Quarter Life Crisis Tanpa Takut

Anxiety Disorder, Apasaja jenis – jenisnya?

Stigma Masyarakat Terhadap Isu Yang Tabu

stigma
Sumber : https://www.freepik.com/

Banyak orang yang menyembunyikan sesuatu karena takut dengan stigma dari masyarakat yang berbanding terbalik dengan keadaannya. Ini menyebabkan seseorang akan merasa berjuang sendirian, tidak ada yang mengerti dia, dan tersisih dari lapisan masyarakat.

Ketika seseorang merasakan hal seperti itu, tentunya akan membuat stress, emosi tak terkendali dan memaksanya untuk bungkam tidak mengekspresi kan perasaan yang sedang mereka rasakan.

Ini tentunya tidak baik ya teman rehat, segala masalah itu pasti bisa diselesaikan dengan berbagai macam cara. Percaya deh, pasti ada yang akan mengerti kesulitan kalian, dan juga harus confidence ya, jangan pernah takut untuk tersisih, kalian berhak bahagia !

Tidak ingin menjadi beban bagi lingkungannya – It’s Okay Not To Be Okay

tidak ingin jadi beban
Sumber : https://www.freepik.com/

Nah.. banyak juga dari kita untuk menyimpan segala masalah, emosi, perasaan kecewa ataupun kesedihan hanya karna takut untuk menjadi beban bagi orang – orang terdekat kita. Biasanya orang – orang seperti ini adalah orang yang selalu menjadi tempat keluh kesah atau dia sering merawat orang terdekatnya, padahal dengan berbagi cerita tentang masalah hidup tidak akan memberikan beban yang besar bagi lingkungan kita, karna kita dan lingkungan kita berjuang Bersama.

Nah teman rehat, jangan peernah berfikir akan menjadi beban ya, hanya sekedar sharing tentunya sangat melegakan fikiran kita lhoo.. dan tentunya mengurangi beban kita dan tidak membuat kita stress.

Takut akan reaksi orang yang mengetahui / melihat – It’s Okay Not To Be Okay

Takut akan reaksi orang yang mengetahui
Sumber : https://www.freepik.com/

“kak aku takut kehilangan orang terdekat aku karena mereka tau kalua aku berbuat kesalahan”

“ kak aku takut ga ada yang mau temenan sama aku karna aku ekspresif jika perasaanku kurang baik”

Tidak sedikit juga lho yang berfikiran seperti diatas. Seseorang terkadang banyak takut akan kehilangan seseorang karna mereka tau sisi kelam dan sifat buruknya tetapi kita berusaha untuk menerima segalanya dari mereka. Tidak ada salahnya lho teman rehat untuk kalian sesekali mengekspresikan kekecewaan kalian, kemarahan kalian, tapi masi dibatas wajar ya.

Tidak apa-apa juga kalian share masalah kalian ke orang yang tepat. Karena teman yang baik atau orang yang baik akan selalu mengerti kesulitan temannya, orang yang baik tidak akan menilai dari satu sisi saja tanpa melihat sisi yang baik. Untuk kamu, teman rehat kamu juga harus mengerti ya keadaan emosional orang terdekat kamu agar kalian bisa saling mengerti satu sama lain. Karna jika suatu emosi/masalah di pendam itu tidak baik juga lho untuk kesehatan tubuh kita.

Sebenarnya, tidak apa untuk terlihat tidak baik – baik saja. Wajar kita semua hanyalah manusia biasa yang pastinya punya emosi dan masalah, wajar jika kita tidak bisa memuaskan segala pihak dengan berbagai standard yang mereka inginkan, alangkah lebih baik untuk saling terbuka dan bertukar pikiran, serta saling menguatkan, siapa tau teman atau kerabat kalian punya solusinya.

Ingat, semua masalah pasti ada jalan keluarnya, dan jika kita sukses keluar dari masalah itu, kita pastinya akan jadi sosok yang lebih baik dari hari kemarin. Rangkul lah teman – teman kalian yang sekiranya butuh bantuan atau tempat cerita akan masalah – masalahnya. Dan jangan judge mereka saat mereka sedang mengekspresikan perasaannya. Intinya, It’s Okay Not To Be Okay karena kamu berhak untuk mengekpresikan segala perasaan yang kamu rasakan.