Kapan Harus Ke Psikolog? Kenali Tanda-Tandanya!

kapan harus ke psikolog

Kapan Harus Ke Psikolog? Kenali Tanda-Tandanya!

Sehat merupakan kondisi yang bebas dari penyakit, baik itu fisik, mental, maupun dari segi aspek sosial. Memiliki kondisi mental yang sehat berarti seseorang  bebas dari perasaan dan pikiran negatif. Hal-hal negatif tersebut bisa memmpengaruhi aktivtias dan produktivitas kita. Maka dari itu, perlu diketahui kapan terkena gangguan mental dan kapan harus ke psikolog untuk memeriksa mental tersebut.

kapan harus ke psikolog

Ciri-ciri seseorang memiliki kesehatan mental yang aman terlihat ketika dapat memaksimalkan potensi diri dan kemampuannya dalam melakukan aktivtias sehari-hari. Jika sebaliknya, orang dengan kesehatan mental yang terganggu dapat terlihat tidak dapat mengendalikan emosi dan gangguan produktivitas dan kemampuannya dalam bersosialisasi.

Gangguan mental seperti depresi dan stress yang terjadi pada seseorang seringkali dianggap remeh dan menganggap kalau dirinya tidak membutuhkan pertolongan dari orang lain. Padahal, kesehatan mental juga sangat penting dan sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Jika kamu sudah merasakan gejala-gejala gangguan kesehatan mental tertentu, sangat disaranakan untuk merencanakan kapan harus ke psikolog.Dengan meminta pertolongan psikolog, kamu bisa paham masalah apa yang sedang kamu hadapi dan dapat menghadapinya dengan mendapatkan solusi yang tepat.

Memikirkan kapan harus ke psikolog juga membantu kamu menghindari self diagnosed. Mendiagnosis diri sendiri akan berdampak negatif pada kamu, karena itu akan memperbesar faktor kesalahan persepsi oleh kekurangan pengetahuan.

Kapan Harus Ke Psikolog?

kapan harus ke psikolog

Sebenarnya, kamu tidak perlu menunggu untuk terkena depresi, stress, dan gangguan jiwa yang lain untuk melakukan konsultasi pada ahlinya. Mereka juga bisa kamu manfaatkan sebagai teman cerita jika kamu ingin mengungkapkan sesuatu tapi masih bingung ingin cerita pada siapa. Psikolog bisa mendengarkan kamu dengan baik dan juga bisa memberikan kamu saran untuk menyikapi hal tersebut.

Berikut tanda-tanda yang harus kamu kenali saat kamu harus ke psikolog.

1. Sedih Berlebihan

Emosi yang terasa sudah berlebihan bisa menjadi tanda awal yang kamu sadari bahwa adanya gangguan kesehatan mental pada diri kamu. Hal bisa jadi karena ada hal yang sedang kamu hadapi yang sifatnya membebani pikiran sehingga membuat aktivitas sehari-hari sangat terganggu. Sedih akan menghambat kamu bekerja dan belajar.

2. Kehilangan Sesuatu Berharga

Merasa sedih ketika sesuatu yang berharga telah hilang adalah hal yang wajar. Dan kesedihan tersebut tidak bisa hilang jika tidak dapat dikendalikan dengan baik. Beberapa orang bahkan sangat membutuhkan konsultasi pada pihak ahli jika sudah berefek pada produktivitas sehari-hari. Tidak ada salahnya menghubungi para ahli termasuk psikolog untuk mengatasi masalah kesedihan tersebut.

3. Keluarga dan Pertemanan Tidak Kondusif

Semestinya, memiliki keluarga dan teman yang bisa mendengarkan keluhan-keluhan yang dimiliki dari masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari. Tapi jika yang terjadi adalah sebaliknya, kamu bisa jadi mengalami masalah dalam menghadapi tantangan yang sedang terjadi, karena disebabkan keluarga dan pertemanan kamu yang tidak dapat membantu mengatasi masalah bahkan hanya sekadar mendengarkan keluhanmu saja. Cobalah untuk meminta pertolongan psikolog untuk mengatasi hal tersebut.

4. Kecanduan Obat Terlarang dan Seks

Terkadang, jika sedang mengalami masalah, pelariannya selalu pada hal-hal yang bersifat impulsif dan reaktif tanpa berpikir panjang. Pelarian tersebut bisa seperti konsumsi narkoba, minuman-minuman beralkohol, hingga seks bebas yang dapat berakibat buruk bagi penderita maupun orang lain.

Dengan berkonsultasi pada ahlinya, kamu dapat terhindar pada peristiwa-peristiwa tersebut. Dan juga, kamu mendapatkan diagnosis-diagnosis yang dapat kamu gunakan untk menghadapi masalah yang sedang terjadi.

Cara Mendapatkan Psikolog Yang Tepat

kapan harus ke psikolog

Jika kamu sudah paham akan pentingnya mengetahui kapan harus ke psikolog, selanjutnya kamu perlu memahami cara mendapatkan psikolog yang tepat. Cara mencapatkan psikolg yang tepat sebenarnya sama saja halnya dengan cara mendapatkan dokter yang tepat.

Kamu bisa mulai dengan mencari tahu di internet ataupun media sosial terkait tentang rekomendasi  yang terdekat dengan domisili tempat tinggal. Selain itu, bisa saja kamu langsung mencobanya terlebih dahulu, dan jika tidak cocok dalam proses diagnosisnya, kamu bisa mencari alternatif lain yang ada di sekitar domisili tempat tinggal.

Karena, pada dasarnya tidak semua dari mereka memiliki kemampuan dan perangai yang sama. Mereka melewati fase yang berbeda dan memiliki kredibilitas yang berbeda pula saat menangani pasiennya.

Berikut beberapa cara mendapatkan psikolog yang tepat buat kamu.

1. Cari Tahu Tentang Psikolog

Pendekatan tiap ahli akan berbeda sesuai dengan kedalaman pengetahuan yang dipelajari. Beberapa orang sepertinya lebih nyaman untuk melakukan konsultasi pada mereka yang dapat menjadi pendengar yang baik.

Tipe-tipe yang lain juga ada yang tidak memberikan penjelasan yang bertele-tele dan langsung memberikan solusi yang tepat bagi pasiennya. Setiap pasien tentunya menginginkan kenyamanan saat melakukan konsultasi pada mereka.

2. Mengenal Masalah

Sebelum berangkat ke tempat konsultasi, kamu perlu mengidentifikasi masalah apa yang sedang dihadapi. Coba renungkan terlebih dahulu apa yang menyebabkan gangguan mental yang sedang kamu rasakan.

Kesiapan diri kamu untuk ke tempat konsultaso juga perlu dipersiapkan. Cobalah sebisa mungkin untuk terbuka dan menceritakan segala masalah yang kamu rasakan. Pengenalan masalah ini juga akan memudahkan untuk mengetahui mana psikolog yang cocok untuk kamu jadikan tempat konsultasi.

3. Mengetahui Referensi Psikolog

Mencari tahu psikolog-psikolog apa saja yang ada di sekitar kamu. Kalau perlu telusuru testimonial dari pasien yang pernah berkonsultasi pada mereka. Membaca ulasan-ulasan mereka di mesin pencarian mengenai psikolog tersebut juga dapat sedikit membantu.

Maksmalkan aplikasi-aplikasi atau website-website yang sudah menyediakan layanan konsultasi mereka untuk mendapatkan referensi yang bagus. Cari tipe yang kelihatannya bisa membuat kamu lebih nyaman untuk bercerita dan berkonsultasi.

4. Jujur Dan Terbuka

Lakukan semua tahapan konsultasi dengan jujur dan seterbuka mungkin pada mereka. Kamu juga perlu banyak bersabar untuk menghadapi masalah yang sedang dilalui. Menemui ahli bukanlah solusi yang dapat secara instan membuat masalah kamu dapat selesai. Ketelatenan dan kesabaran juga kamu perlukan dengan mencari solusinya.

Melakukan konsultasi bisa jadi memerlukan banyak sesi agar masalah yang kamu hadapi terselesaikan. Tapi jika 3-4 sesi sudah dilakukan tapi belum ada perubahan yang kamu rasakan, mungkin kamu perlu mencari pengganti. Biasanya dalam momen tersebut, mereka melakukan assessment untuk mengetahui sejauh mana konsultasi berjalan sejauh ini.

Malu Bertemu Psikolog

Pada dewasa ini, melakukan konsultasi ke para ahli memang cenderung tabu. Judgement yang didapatkan dari sosial bisa jadi menganggap pasien yang melakukan konsultasi pada psikolog maupun psikiater adalah orang gila atau orang sakit jiwa. Stigma negatif seperti itu membuat konsultasi pada mereka menjadi tabu.

Dampaknya adalah saat seseorang merasakan gangguan kesehatan mental, bahkan yang sudah dalam fase yang cukup parah, orang tersebut taku memeriksakan kesehatannya pada ahli karena stigma yang berasal dari masyarakat.

Selain hal tersebut, masih banyak juga orang yang merendahkan dan menganggap remeh masalah kesehatan mental. Hal itu juga diperkuat oleh banyak influencer di media sosial bukannya membantu kampanye tentang pentingnya kesadaran akan kesehatan mental, mereka malah menganggap remeh hal tersebut.

Walaupun sudah banyak terjadi tentang stigma negatif di masyarakat, banyak pula yang sudah memiliki kesadaran dan ikut urun tangan membangun komunitas sadar kesehatan mental. Bantuan dari pemerintah pun juga sudah terlihat melakukan kampanye-kampanye pentingnya kesehatan mental masyarakat.