Kenali Diri, Kepribadianmu Introvert atau Ekstrovert?

Kenali kepribadian diri introvert atau ekstrovert

Mengenal Diri, Kepribadianmu Introvert atau Ekstrovert?

Isi Artikel

Gambar itu menunjukkan tentang kebingungan menentukan dia seorang introvert atau ekstrovert.

 

Sumber : Hipwee.com

Mungkin kamu sering mendengar pepatah ini, “tak kenal maka tak sayang”. Bagaimana bisa kita menyayangi diri kita sendiri, jika mengenal diri sendiri saja belum bisa? Salah satu aspek penting yang harus kita kenali adalah kepribadian. Setidaknya, terdapat dua tipe kepribadian yang paling umum. Kepribadian introvert dan ekstrovert. Dua tipe kepribadian ini memang sangat berbanding terbalik. Jadi bagaimana membedakannya? Yuk cari tahu lebih jauh!

Apa Itu Kepribadian Introvert dan Ekstrovert?

Introvert merupakan kepribadian manusia yang suka memendam rasa dan pikiran. Ia sulit mengutarakan secara terang-terangan kepada orang lain. Kepribadian introvert lebih dikenal dengan sifat tertutup. Orang-orang yang bersifat introvert cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Sedangan, ekstrovert adalah kebalikan dari introvert. Ekstrovert merupakan kepribadian manusia yang lebih terbuka sehingga cenderung membuka diri dengan kehidupan luar. Mereka lebih banyak beraktivitas dan lebih sedikit berpikir. Mereka juga lebih senang berada dalam keramaian daripada di tempat yang sunyi.

Ciri-ciri Introvert

Introvert atau si kepribadian tertutup, bisa kamu kenali dengan mudah berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut:

Gambar itu menunjukkan seorang wanita berkepribadian introvert sedang menyendiri.

 

Sumber: Unsplash.com

Pendengar yang baik

Saat sedang berkomunikasi, orang yang berkepribadian introvert lebih banyak mendengarkan dan menyimak apa yang dibahas oleh lawan bicaranya. Tak jarang, mereka sering dijadikan sebagai teman curhat atau bercerita saat teman lain sedang ada masalah. Sebab, biasanya mereka si introvert cenderung bisa memberikan saran-saran yang sesuai dengan analisis pikirannya.

Memiliki kreativitas yang mendalam

Siapa sangka, pemikiran orang-orang introvert yang mendalam justru bisa menghasilkan ide-ide cemerlang. Mereka biasanya tidak terlalu pandai dalam mengkomunikasikannya karena beragam pertimbangan dalam isi kepalanya. Tetapi, jika kamu berhasil membantunya untuk mengekspresikan diri, hati-hati kamu bisa dibuat kagum karena keahliannya atau idenya yang di luar ekspektasi. 

Mampu menganalisis sesuatu hingga akurat

Ada bagian di otak seorang introvert yang tidak butuh banyak rangsangan, sehingga ketika menyimak sesuatu dapat dengan mudah berkonsentrasi penuh terhadap satu hal. Dampaknya, ia cenderung menghasilkan hasil analisis yang lebih akurat dibandingkan orang ekstrovert yang pikirannya mudah bercabang. Jadi, wajar saja kalau orang-orang introvert biasanya lebih menyukai hal-hal yang detail.

Berbicara seperlunya dan langsung ke inti alias to the point

Seorang introvert biasanya malas mengungkapkan sesuatu secara bertele-tele. Baginya, mengungkapkan sesuatu langsung ke intinya dapat membuat segala sesuatu menjadi lebih efektif dan efisien. Maka wajar saja, jika mereka yang berkepribadian introvert sering dianggap tidak pandai basa-basi. Tapi mengobrol dengan mereka terasa lebih bermakna atau meaningful.

Mudah memperhitungkan segala sesuatu sehingga sering disebut “well prepared

Seorang introvert biasanya terkenal dengan keteraturannya dan perencanaannya. Ia akan memperhitungkan segala sesuatu sebelum membuat keputusan. Meski begitu, para introvert sering kali lupa melihat dunia luar dan fokus memastikan apakah keputusannya sudah menjadi yang paling tepat.

Mengisi energinya dengan menyendiri

Bagi orang berkepribadian introvert, istirahat terbaik adalah saat diri menjauh dari keramaian orang. Mereka cenderung menghindari bertemu banyak orang saat energi tubuhnya mulai habis. Rasanya lebih nyaman menyendiri dengan melakukan hobi kesukaannya, entah dengan menonton film secara online, membaca buku favorit, menulis, atau kegiatan lainnya yang lebih nyaman dikerjakan sendiri.

Baca juga : It’s Okay Not To Be Okay

Ciri-ciri Ekstrovert

Gambar ini menunjukkan seorang ekstrovert yang bahagia jika bersama teman-temannya.

Berbeda dengan introvert, seorang yang berkepribadian ekstrovert cenderung sebagai berikut:

Senang membuka obrolan dan berdiskusi

Biasanya bagi seorang ekstrovert membuka obrolan sudah menjadi makanan sehari-hari. Ia jauh lebih mudah membuka topik baru tanpa canggung ketika mengobrol dengan seorang introvert. Begitu juga dalam memperoleh suatu masalah, mereka cenderung lebih nyaman untuk mengkomunikasikannya dengan orang lain agar hatinya lebih tenang.

Memiliki kreativitas yang bercabang-cabang dengan inspirasi lingkungan sekitarnya

Jika disuruh mencari ide, seorang ekstrovert akan mencari inspirasi melalui apa yang terjadi di sekelilingnya. Bahkan terkadang, ia juga mengambil ide dari pengalaman orang lain. Sayangnya, idenya yang terlalu luas terkadang lupa diperhitungkan risikonya dengan baik. Jadi, wajar saja kalau seorang ekstrovert seringkali meminta saran pada orang introvert atas keputusannya dalam segi risiko.

Mampu berbasa-basi dalam obrolan

Berbicara langsung ke intinya mungkin terasa kurang seru bagi seorang ekstrovert. Memulai obrolan dengan basa-basi justru bisa mengeksplor interaksi yang lebih lama dan intens bagi seorang ekstrovert. 

Mengisi energinya dengan bertemu orang

Lain halnya dengan seorang introvert yang merasa perlu beristirahat dengan menyendiri, justru seorang ekstrovert sebaliknya. Bertemu dengan banyak orang akan mengisi energi dalam dirinya lebih besar. Namun, situasi tersulit seperti pandemi, seorang ekstrovert biasanya sulit mengisi energinya. Penyebabnya adalah lebih banyak di rumah mempersulit ia bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang.

Simak tipsnya : 5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Disaat Pandemi Covid – 19

Lebih mudah beradaptasi dengan perubahan

Bagi seorang ekstrovert, perubahan ibarat tantangan yang seru untuk ditaklukkan. Maka biasanya seorang ekstrovert tidak terlalu takut dengan perubahan baru dan inovasi baru. Hal seperti itu justru dapat membuat hari mereka lebih berwarna dan tidak monoton.

Mungkinkah Memiliki Dua Kepribadian, Ekstrovert dan Introvert?

Nah, itu tadi ciri-ciri introvert dan ekstrovert yang membantu kamu untuk bisa lebih membedakan keduanya. Dari dua kepribadian itu, mana yang kamu banget? Mungkin sebagian dari kamu justru merasa kedua ciri-ciri kepribadian itu ada pada diri kamu? Ah, aku suka menyendiri tapi juga suka kok bersosialisasi. Hey teman rehat, ada satu hal yang perlu kamu pahami. Tidak selalu si introvert menutup dirinya dan tidak mau bergaul dengan orang lain.

Seorang introvert juga butuh teman kok, sama halnya dengan ekstrovert. Mereka si ekstrovert, bisa juga sesekali butuh sendiri untuk menenangkan dirinya, mirip seperti si introvert. Akan tetapi, setiap orang biasanya memiliki kecenderungan kepribadiannya. Entah itu lebih ke arah introvert atau justru ekstrovert. Yang terpenting sekarang adalah sudahkah kamu mengenali kepribadianmu sendiri?

Setelah Mengenal Diri, Bagaimana Menyikapi Kepribadian?

Akhirnya, sekarang kamu sudah mengenali kepribadianmu sebagai seorang introvert atau ekstrovert. Masing-masing kepribadian, tentu memiliki keunikan tersendiri yang patut kamu banggakan. Kamu tidak perlu merasa minder atau insecure karena ternyata kepribadianmu ekstrovert yang cenderung sulit menganalisis sesuatu secara mendalam. Tidak apa-apa, setiap orang pasti memiliki kekurangan kan?

Mengapa tidak kita saling berkolaborasi dengan orang lain yang berbeda kepribadiannya dengan kita? Misalnya, kamu yang ekstrovert cobalah mendekat dan lebih kompak dengan mereka yang introvert. Wah, kamu jadi bisa saling melengkapi dan pertemananmu akan semakin berwarna. Dengan mengenali kepribadianmu, kamu jadi lebih siap untuk melakukan pengembangan diri terhadap kelebihan dan kekurangan diri. Jadi, gak ada lagi tuh kata “insecure” atau anxiety (cemas) kalau kamu sudah mengenali dirimu dengan baik.

Baca juga : 5 Tips Mengatasi Quarter Life Crisis Tanpa Takut