OCD vs Perfeksionis kamu yang mana?

OCD vs OCPD
ocd ocpd

OCD vs Perfeksionis kamu yang mana?

 

Table of Contents

Pengertian OCD

OCD adalah gangguan mental dimana penderitanya mengalami kecemasan yang berlebihan yang mendorong mereka untuk melakukan sesuatu secara ber ulang – ulang. Jika mereka tidak melakukannya mereka akan mengalami kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Gangguan obsesif komplusif ini adalah bentuk dari gangguan kecemasan yang ditandai adanya suatu obsesi yang mendorong penderitanya untuk melakukan suatu perilaku secara berulang. Aksi ini dilakukan oleh penderitanya agar merasa lebih tenang dan tidak menjadi beban pikiran.

Gangguan OCD atau Obsessive Complusive Disorder ini dapat dialami oleh siapa saja. Biasanya orang yang terkena gangguan ini saat sudah dewasa. Tetapi ada juga beberapa kasus remaja dan anak – anak yang terkena gangguan ini. Mereka terkadang menyadari akan perilakunya tersebut tetapi mereka berpikir untuk harus tetap melakukannya.

Penyebab dari gangguan OCD ini belum dikatahui dari mana datangnya. Namun, dari hasil penelitian ada beberapa factor yang dapat menimbulkan gangguan ini. Gangguan ini bisa datang karena di lingkungan si penderita ada yang menderita OCD juga, jadi karena sering melihat dan memperhatikan, bisa saja ini berimbas kepada dirinya juga. Atau bisa juga karena si penderita ini memiliki pengalaman yang tidak enak sebelumnya sehingga membuat mereka menjadi lebih was – was dan memicu gangguaan OCD ini.

Berikut gejala OCD, perhatikan ya siapa tau kamu mengalami salah satu dari ini.

Baca juga : 

Rebound Relationship, Beneran Sudah Move On Atau Hanya Pelampiasan?

Curhat Ke Teman, Penting Apa Engga Sih??

Gejala OCD

1. Selalu Merasa Cemas

Penderita OCD selalu merasa cemas dengan hal hal kecil yang terjadi di hidupnya. Sehingga membuat mereka untuk selalu meng – cek segala sesuatu dan memastikan semua aman. Perilaku ini selalu dilakukan ber ulang ulang oleh penderita OCD agar mereka tidak merasa cemas dan takut akan sesuatu. Sebagai contoh, jika penderita OCD tidak suka berantakan dan kotor, maka mereka akan sering bersih bersih ruangannya. Atau jika mereka takut terkena penyakit, mereka akan terus terusan mencuci tangan mereka.

2. Takut Salah dan Di Salahkan

Karena mereka takut berbuat suatu kesalahan dan takut disalahkan oleh orang lain, penderita OCD selalu merasa cemas dan khawatir akan hal yang mereka lakukan. Mereka terus menerus mengecek hal apa saja yang telah mereka lakukan guna meredakan ke khawatirannya. Mereka juga selalu menanya kan hal yang akan mereka lakukan karena mereka takut salah. Setelah mendapatkan jawaban yang mereka piker benar maka mereka baru akan melakukannya.

Pengobatan OCD

Pertama tama, psikiater akan melakukan sesi wawancara dengan penderita OCD. Dengan wawancara ini, Psikiater akan mengetahui sudah sejauh mana si penderita mengalami gangguan OCD. Psikiater juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan juga pemeriksaan fisik guna mengetahui apakah ada penyakit lain yang menjadi pemicu gangguan OCD pada penderitanya.

Pengobatan OCD ini tujuannya untuk mengontrol gejala yang dialami oleh penderitanya ketika muncul, jadi ini tergantung kepada tingkatan gejalanya. Metode pengobatannya antaralain adalah terapi perilaku kognitif, pemberian obat antidepresan. Pada beberapa penderita, mereka harus menjalani pengobatan OCD ini seumur hidup.

Baca juga : 

Mengenal Diri, Kepribadianmu Introvert atau Ekstrovert?

INI DIA 5 REKOMENDASI BUKU SELF-IMPROVEMENT UNTUK MOTIVASI KAMU

Pengertian OCPD

Nah, kalau Perfeksionis itu apa? gangguan ini disebut OCPD (Obsesive Compulsive Personality Disorder). Gangguan ini tentunya berbeda ya Teman Rehat dangan OCD. Karena OCPD adalah gangguan mental dimana penderitanya memiliki kepribadian yang sangat perfeksionis dan mereka sangat terobsesi dengan kesempurnaan di semua aspek kehidupannya. Mereka sering kali berfikiran bahwa caranya dalam melakukan sesuatu adalah yang paling benar.

Gangguan OCPD juga dapat dialami oleh siapa saja. Bedanya dengan OCD, Penderita OCPD tidak menyadari akan gangguan mental yang mereka derita. Mereka selalu percaya bahwa apa yang mereka lakukan adalah satu satunya cara yang benar, dan tidak bisa ditentang oleh orang lain. Mereka cendrung untuk selalu mengomentari segala perilaku yang tidak sejalan dengan mereka, dan mereka tidak mau mendengarkan pendapat orang lain.

Penyebab dari OCPD juga sampai saat ini belum diketahui. Namun OCPD kemungkinan di sebabkan oleh kombinasi genetic dan juga pengalaman masa kecil. Diperkirakan, bahwa pria dua kali lebih beresiko terkena gangguan ini dibandingkan oleh wanita.

Orang yang memiliki OCDP biasanya memiliki gejala seperti berikut :

Gejala OCPD

  1. Mereka Merasa sulit untuk mengekspresikan Perasaan mereka.
  2. Mereka memiliki kesulitan untuk membentuk dan mempertahankan hubungan yang erat dengan orang lain
  3. Mereka sering merasa selalu benar dan cepat marah
  4. Bersifat keras kepala.
  5. Perfeksionisme yang berlebihan menyebabkan tugasnya tidak dapat diselesaikan karena hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan standarnya yang sangat tinggi.
  6. Sangat kaku dan tidak Fleksibel.
  7. Tidak mempercayakan pekerjaan kepada orang lain. dan juga tidak bisa bekerja sama dengan orang lain, kecuali orang tersebut mengikuti aturan aturan yang telah dibuatnya.

Dan masih banyak lagi. 

Baca juga : 

Tes Psikologis Kejiwaan Secara Mandiri, Bisakah?

Pengertian Insecure dan Cara Mengatasinya

Perbedaan OCD dan OCPD

Meskipun kedua gangguan ini memiliki persamaan, tetapi mereka tetaplah berbeda. berikut perbedaan antara OCD dan OCPD.

1.       Biasanya penderita OCD hanya cemas pada satu aspek perilaku di kehidupan. Seperti mereka tidak bisa melihat sesuatu yang berantakan. Maka mereka akan selalu beres beres. Berbeda dengan OCD, OCPD lebih menyeluruh perfeksionisnya di segala aspek kehidupannya.

2.       Tindakan kompulsif yang dilakukan oleh penderita OCD biasanya untuk keselamatan dan mencegah hal – hal yang tidak di inginkan terjadi. Seperti mencuci tangan karena takut tertular virus dan bakteri. Dilain sisi OCPD tindakan kompulsifnya dilakukan karena mereka ingin selalu terlihat sempurna di mata orang lain dan standar sempurna nya sendiri.

3.       Penderita OCD biasanya mereka menyadari tindakan yang mereka lakukan berbeda dan berlebihan dibandingkan dengan orang lain. Tetapi penderita OCPD kebanyakan tidak menyadari tindakannya karena mereka merasa pemikiran dan perilakunya paling benar dan sempurna dibandingkan dengan yang lain. 

Baca juga : 

Perbedaan Psikolog dan Psikiater Yang Sering Dianggap Sama

It’s Okay Not To Be Okay

Setelah mengetahui perbedaan OCD dan OCPD serta gejala nya, apakah kalian pernah mengalami gejala dari kedua gangguan mental tersebut? kalau iya, kalian bisa sharing di kolom comment atau bisa email ke kita ya! dan menurut kalian, apa sih yang jadi pembeda yang sangat mencolok dari kedua gangguan ini?