5 Tips Anti Burnout Walau Kerja Dari Rumah

Burnout Kerja Dari Rumah

5 Tips Anti Burnout Walau Kerja Dari Rumah

Bekerja dari rumah memungkinkan percikan-percikan jenuh hingga stres. Mereka merasa beban kerja bertambah, kurang apresiasi dari atasan atau rekan kerja, dan berkurangnya interaksi sosial secara langsung. Hal inilah yang sering disebut sebagai burnout syndrome.

Mengalami burnout syndrome

Freepik.com

Burnout syndrome ini jangan dianggap sepele karena bisa berpengaruh pada produktivitas kinerjamu. Bahkan menurut WHO, burnout syndrome termasuk dalam Klasifikasi Penyakit Internasional sebagai fenomena pekerjaan.

Nah, sebelum mengetahui tips anti burnout versi Salurehat, pastikan dulu bahwa kamu sudah benar-benar mengenalinya.

Apa Itu Burnout Syndrome?

Istilah burnout sudah diperkenalkan pada tahun 1970-an oleh seorang psikolog bernama Herbert Freudenberger. Menurutnya, burnout menggambarkan kondisi stres yang parah yang menyebabkan kelelahan fisik, mental, dan emosional yang memburuk.

Ketika seseorang merasa burnout, ia bukan merasa kelelahan biasa. Umumnya, kelelahan fisik cukup diatasi dengan istirahat sejenak. Namun, berbeda dengan burnout syndrome. Seseorang bisa mengalami stress yang cukup panjang dan tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.

Mengapa Bisa Terjadi Burnout Syndrome?

Menurut WHO, burnout terjadi akibat dari stres kronis di tempat kerja yang tidak mampu ditangani. Pada beberapa kondisi, burnout juga bisa terjadi karena kurangnya dukugan dari orang sekitar, terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Tak hanya itu, orang yang memiliki kehidupan pekerjaan tidak seimbang juga rentan terserang burnout. Sehingga mereka merasa kesulitan  membagi waktu bekerja dengan waktu pribadinya.

Bekerja dari rumah memungkinkan sekali seseorang mengalami burnout. Berdasarkan hasil survei PPM Manajemen, diketahui bahwa 80 persen pekerja mengalami gejala stres selama masa pandemi virus corona (Covid-19). Psikolog sekaligus Head of Center for Human Capital Development PPM Manajemen, Maharsi Anindyajati mengatakan, stres yang sebenarnya membuat kita bersemangat, namun jika berlebihan akan membuat kita lelah fisik dan mental.

Itulah mengapa, bukan hanya kesehatan fisik yang harus kita perhatikan. Tetapi juga kesehatan mental sebagai pekerja.

Cara Mencegah Burnout Syndrome

Stres mungkin sulit sekali dihindari, tetapi burnout bisa kok kamu cegah. Kali ini, Salurehat berikan 5 tips anti burnout yang bisa kamu ikuti! Gak ada lagi tuh, kerja dari rumah bikin burnout. Simak tipsnya sampai tuntas ya!

1. Atur Prioritas Kerja

Burnout syndrome bisa saja terjadi ketika beban kerja menumpuk hingga membuat kita bingung dan lelah. Maka, penting sekali untuk pandai mengatur prioritas pekerjaan. Tentukan pekerjaan mana yang bersifat penting, mendesak, tidak penting, dan tidak mendesak. Dengan begitu, kita tidak terjebak pada stres karena waktu yang terasa kurang.

Atur prioritas kerja

Pexels.com

Mengeliminasi prioritas pekerjaan berkaitan erat dengan tentang kapan kita mengerjakannya. Untuk mengerjakan sesuatu, kita memerlukan energi. Bahkan otak kita menggunakan +/- 25% dari asupan kalori per hari untuk berpikir dan mengatur badan kita sehingga bisa berfungsi dengan baik. Jadi, tentukan jam-jam terbaik bekerja versimu!

Kamu bisa mengatur pembagian jam kerjamu berdasarkan tingkatan kesulitan pekerjaan atau prioritas kerja. Misalnya, kamu merasa pagi hari adalah waktu terbaik untuk melakukan pekerjaan berat yang paling menguras otak. Maka, kamu bisa memilih pagi hari untuk mengerjakan tugas terberatmu, sebut saja itu “jam pintar”. Tentukan juga “jam bodoh” versimu yang bisa kamu pakai untuk mengerjakan pekerjaan yang bersifat rutinitas atau tugas-tugas administratif.  

2. Olahraga Ringan

Tahukah kamu? Olahraga bukan hanya baik untuk kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental. Dengan berolahraga, kadar stres dapat berkurang. Sebab peningkatan detak jantung saat olahraga dapat mencegah kerusakan otak akibat stres dengan merangsang produksi hormon saraf (norepinefrin) dan menurunkan kadar hormon stres (kortisol).

Olahraga ringan

Freepik.com

Bekerja dari rumah bukan berarti cukup dengan rebahan saja untuk refresh otak dan energi. Sebelum memulai pekerjaan, ada baiknya kamu berolahraga ringan sejenak. Sekedar pemanasan dan peregangan sehingga tubuhmu tidak kaku. Lakukan juga olahraga ringan di sela-sela pekerjaanmu. Nah, siap berolahraga rutin?

3. Tidur yang Berkualitas

Siapa sangka, tidur juga berpengaruh pada kesehatan mental seorang pekerja. Bekerja dari rumah yang kadang malah menyebabkan jam kerja bertambah, bisa berujung pada stres. Jangan sampai kamu begadang demi pekerjaan hingga merelakan jam tidurmu.

Tidur berkualitas agar tidak burnout

Freepik.com

Jam tidur beserta durasinya bisa berpengaruh pada tingkat kualitas tidur seseorang. Sedangkan, pekerja membutuhkan tidur berkualitas untuk melalui hari berikutnya. Orang yang memiliki tidur berkualitas akan terbangun dengan suasana hati yang baik. Bahkan sejumlah studi menunjukan bahwa tidur berkualitas akan membantu kamu lebih fokus. Sehingga, pekerjaan yang kamu lakukan menunjukan performa yang lebih maksimal.

Baca juga : Cara Mengatasi Susah Tidur Tanpa Obat Dengan 10 Langkah

4. Ciptakan Suasana Ternyaman

Suasana tempat bekerja yang tidak nyaman juga bisa menyebabkan burnout syndrome. Bayangkan, ruangan kerja di rumahmu sangat berantakan, bisa-bisa kamu hilang fokus. Lantas, bukannya pekerjaan selesai, malah tertunda dan menumpuk. Kamu merasa bekerja dari rumah justru terdapat banyak distraksi.

Ruangan kerja nyaman agar tidak burnout

Freepik.com

Hal-hal seperti ini bisa kok kamu atasi dengan menciptakan senyaman mungkin ruang kerjamu. Jika kamu memutuskan bekerja di dalam kamar, cobalah sedikit mengubah penataan kamarmu. Atau kamu bisa mendekorasi kamarmu agar semakin menyemangatimu melalui hari-hari kerja. Tempelkan tulisan kata-kata motivasi dan letakkan vas bunga atau akuarium kecil. Sehingga bekerja jadi menyenangkan.

5. Apresiasi Diri Sendiri

Pekerja juga manusia, sehingga butuh apresiasi. Ketika harus bekerja dari rumah, kamu mungkin merasa kurang mendapatkan apresiasi secara langsung dari atasan atau rekan kerja. Tidak apa-apa, kamu tidak perlu bergantung pada orang lain. Cobalah apresiasi diri mulai dari diri sendiri.

Apresiasi diri agar tidak burnout

Freepik.com

Setiap melakukan pencapaian, kamu bisa berikan hadiah kecil untuk dirimu. Tidak harus mahal, tidak juga harus berbentuk barang. Yang terpenting adalah sesuatu yang membuatmu bahagia. Dengan begitu, kamu tetap merasa berharga dan tidak mudah burnout. Sebab tiap beban kerja seolah merupakan perlombaan dengan diri sendiri.

Burnout tidak hilang dengan sendirinya. Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan penyakit fisik dan psikologis yang serius seperti depresi, penyakit jantung, dan diabetes. Jadi sebelum terjadi, sebisa mungkin kamu berusaha mencegahnya. Nah, kamu bisa terapkan 5 tips jitu tadi.

Akan tetapi, kalau burnout sudah terlanjur muncul dan kamu sudah tidak mampu menanganinya, jangan sungkan berkonsultasi dengan psikolog untuk memperoleh penanganan yang tepat.