Toxic Parent Dan Cara Terbaik Menghadapi Orang Tua Toxic

toxic parent

Toxic Parent Dan Cara Terbaik Menghadapi Orang Tua Toxic

toxic parent

Memiliki orang tua yang selalu mendukung anak-anaknya dalam masa pertumbuhan adalah karunia. Karena di luar sana, terlihat atau tidak, banyak sekali fenomena orang tua yang tidak sadar dengan perilakunya yang buruk dan berdampak negatif pada anak. Toxic parent memang cukup sulit untuk dihadapi dengan segala perilakunya.

Table of Contents

Apa Itu Toxic Parent?

Toxic parent adalah jenis orang tua yang memperlakukan anak-anaknya sesuai dengan kemauannya dengan tidak menghiraukan perasaan anaknya. Kondisi seperti itu akan membuat anak-anak terkekang dan merasa terperdaya. Kesehatan mental sang anak pun menjadi korban terbesar yang akan berdampak pada perkembangan anak.

Mereka para orang tua toxic tidak pernah ingin berkompromi, bertanggung jawab, bahkan meminta maaf pada anaknya yang sudah menjadi korban keegoisan mereka. Pengasuhan yang buruk tersebut bisa saja berasal dari sejak dia masih sangat belia dan berlanjut sampai anaknya sudah besar.

Terkadang orang tua toxic tidak menyadari kalau apa yang mereka lakukan berakibat fatal pada kesehatan mental anaknya. Tapi, banyak pula yang sadar dan tetap melanjutkan hal itu pada anaknya. Akan tetapi, meskipun orang tua dengan perilaku yang toxic tidak menyadari perilakunya, pola asuh seperti itu tetap tidak baik untuk dilakukan.

Karena sebenarnya anak membutuhkan cinta dan kasih yang tulus dari kedua orang tuanya. Jika anak tidak mendapatkan hal tersebut, jiwa mereka akan sakit dan mengakibatkan trauma mental.

Anak yang tumbuh dengan orang tua toxic juga akan memperbesar peluang anaknya menjadi toxic di lingkungan bermainnya. Termasuk dengan pasangannya nanti dan bisa saja menyebabkan lingkaran setan yang berputar terus menerus.

Ciri-Ciri Toxic Parent

toxic parent

Kita perlu mengenali seperti apa ciri-ciri toxic parent agar bisa menghindari perilaku ini dan mengerti cara menghadapinya. Memahami ciri-ciri toxic parent bukan hanya bermanfaat bagi orang tua, tapi juga sebagai anak agar tidak menjadi orang tua toxic di kemudian hari. Berikut adalah ciri-ciri toxic parent.

1. Tidak Memperlakukan Anak Dengan Baik

Anak dari toxic parent akan diperlakukan dengan tidak baik. Mereka para orang tua bahkan tidak memberikan respect dan kesopanan pada anak. Dan hal itu terjadi dengan penuh kesadaran dan kesengajaan.

2. Mengutamakan Ego

Orang tua yang toxic memiliki ego yang sangat tinggi pada dirinya, bahkan sering mengorbankan anaknya. Dampak dari pelampiasan ego tersebut juga tidak terpikirkan oleh mereka kalau anak yang akan mendapatkan efek negatifnya.

3. Emosi Tidak Terkendali

Kesulitan mengendalikan emosi kerap terlihat pada orang tua yang toxic. Ekspresi emosi yang berlebihan bahkan sering dilanjutkan dengan adegan kekerasan seperti memukul, memaki, bahkan ada yang sampai membunuh anaknya. Hal ini sering kali terjadi karena melihat anaknya melakukan kesalahan.

4. Lebih Suka Mengontrol Anak Berlebihan

Mengatur anak dengan berlebihan secara spesifik hingga mencampuri dan memaksakan hal yang bersifat privasi anak adalah ciri-ciri toxic parent.

5. Menyalahkan Anak

Menyalahkan semuanya pada anak dengan apapun peristiwa yang terjadi dalam rumah. Dalam momen lain, orang tua juga tidak mengapresiasi pencapaian anaknya walaupun anaknya sudah susah payah untuk mendapatkannya. Mencari-cari kesalahan anaknya dan hampir tidak pernah memberikan apresiasi.

6. Mempermalukan Anak

Orang tua toxic juga seringkali tidak sungkan untuk mempermalukan anaknya di depan umum. Hal itu akan membuat anak menjadi lebih down dan trauma dalam aktivitasnya.

7. Selalu Bersaing Dengan Anak

Ciri-ciri di atas terjadi karena orang tua toxic selalu merasa bersaing dengan anaknya dalam segala hal. Makanya mereka sering mempermalukan dan berusaha membuat down anakny dalam segala momen. Orang tua seperti itu tidak senang melihat anaknya bahagia.

Cara Menghadapi Toxic Parent

toxic parent

Menghadapi para orang tua yang toxic bukanlah hal yang mudah. Hal itu  karena posisi mereka yang memang perlu dihormati dalam rumah tangga. Perlu kesabaran yang besar untuk menghadapi perbuatan toxic tersebut sehingga tidak menyinggung dan tetap menghargai mereka sebagai orang tua. Tapi, sebagai anak, kamu juga tidak boleh tinggal diam agar tetap bisa menjaga kesehatan mental diri kamu sendiri

Berikut cara yang bisa kamu tempuh untuk menghadapi orang tua yang toxic.

1. Jangan Memaksa Orang Tua Berubah

Meskpun kamu tahu kalau apa yang orang tua kamu lakukan adalah hal yang salah, kamu tidak serta merta harus memaksakan kehendak untuk mengubah hal itu dalam waktu yang singkat. Perbuatan tersebut malah dapat memancing keributan yang baru. Sebaiknya kamu bisa lebih fokus untuk mengontrol diri atas setiap perilaku buruk orang tuamu.

Dengan perilaku buruk mereka, kamu tetap perlu menyayangi dan menghargai mereka. Cobalah untuk berpikir jernih, mengontrol emosi, berbicara dengan lemah lembut, dan bersikap sopan ke orang tua seperti itu.

2. Luangkan Waktu Sendiri

Kesempatan untuk menyendiri adalah waktu kamu agar bisa mengumpulkan energi baru untuk menghadapi mereka. Pergilah liburan ke tempat wisata atau sekadar menyendiri di penginapan dan nikmati suasana tenang tersebut.

Dapatkan perasaan rileks saat kamu menyendiri. Itu akan menjadi energi tambahan untuk dapat bersabar dan bisa menjadi cara mencintai diri sendiri. Hal tersebut penting agar kepercayaan diri kamu bisa kembali setelah terluka karena mereka.

3. Beraktivitas Di Luar Rumah

Lakukanlah banyak kegiatan di luar rumah. Hal ini agar mengurangi singgungan aktivitas dengan orang tua. Lakukanlah passion dan hobi kamu dengan baik. Buat mereka bangga dan pada akhirnya mereka akab mendukung aktivitas kamu dengan tulus.

4. Bicarakan Hal Positif

Jika sedang berada di dalam rumah dan  bersama mereka, usahakan untuk membicarakan hal-hal positif saja agar mereka lupa dengan hal-hal negative yang terjadi. Karena di dalam rumah, kamu akan sering mendapatkan kritikan, makian, maupun ocehan dari mereka. Sebisa mungkin jangan tersulut emosi jika mereka memperlakukan hal buruk tersebut di depan kamu.

Mendebat mereka kembali dengan segala perilaku buruknya hanya akan memperburuk situasi dan hubungan dalam keluarga. Bahaslah segala pencapaian-pencapaian yang telah kamu buat dan tanyakan hal yang menyenangkan saja.

5. Beri Batasan Dengan Orang Tua

Sulitnya menjalin hubungan dengan orang tua toxic perlu pengorbanan yang besar. Kamu perlu batasan yang aserti, batasan yang tegas dan percaya diri saat berkomunikasi dengan mereka.

Komunikasikan hal-hal tentang perilaku buruk mereka yang membuat kamu sedih dengan cara yang halus tanpa menyinggung perasaan mereka. Jangan terlalu sering menurut pada hal yang mereka inginkan. Lakukan penolakan sesekali agar kamu tidak mendapat gangguan mental yang lebih buruk. Dan berusahalah untuk memberikan alas an yang jelas dari penolakan tersebut.

Kapan Harus Meminta Pertolongan Orang Lain?

Kalau kamu sudah mengalami kesulitan yang mengaibatkan gangguan mental yang kamu rasakan, mintalah pertolongan ahli seperti kerabat, dan jika perlu konsultasikan hal ini pada psikolog. Jika situasi mendukung, mintalah orang tuamu ikut berkonsultasi ke psikolog agar kesadaran dan pamahaman mereka bertambah terkait dengan hubungan rumah tangga antara orang tua dan anak.