Pastikan Lagi, Kamu Dalam Toxic Relationship atau Bukan?

terjebak toxic relationship

Pastikan Lagi, Kamu Dalam Toxic Relationship atau Bukan?

Isi Artikel

toxic relationship

Sumber : Pexels.com

Hubungan yang sehat tentu dambaan semua orang. Saat kamu dan dia saling berkolaborasi, saling mendukung, saling percaya, dan saling menghargai setiap perbedaan diantara kalian. Tetapi, bagaimana kalau ternyata kamu merasakan sebaliknya? Kalau iya, besar kemungkinan kamu sedang berada dalam hubungan beracun alias toxic relationship.

Lain cerita jika kamu terjebak dalam toxic relationship. Kamu memang menyayangi dia, tetapi dia menyakitimu. Entah menyakiti secara verbal atau non-verbal. Namun, rasa cinta, takut kehilangan, dan rasa saling bergantung membuat kamu dan dia ‘menutup mata’ terhadap toxic relationship.

Tapi kamu tenang aja! Di artikel salurehat kali ini, kamu akan tahu penyebab munculnya toxic relationship, bagaimana sih tanda-tandanya, dan bagaimana cara keluar dari toxic relationship. Kami coba kupas tuntas buat kamu. Jadi, simak sampai habis ya!

Apa Itu Toxic Relationship?

Tahukah kamu? Ternyata istilah toxic relationship sudah lama sekali ada. Dr. Lillian Glass, seorang ahli komunikasi dan psikologi di California, mengatakan bahwa dia membuat istilah tersebut dalam bukunya Toxic People pada tahun 1995, mendefinisikan toxic relationship sebagai “hubungan yang didalamnya tidak saling mendukung, di dalamnya ada konflik. Pihak yang satu berusaha melemahkan yang lain, seperti ada persaingan, tidak ada rasa saling menghargai, serta kurangnya kekompakan.”

Sederhananya, toxic relationship terjadi ketika satu atau kedua orang memprioritaskan cinta di atas tiga komponen inti dari hubungan yang sehat: rasa hormat, kepercayaan, dan kasih sayang.

Dikutip dari Markmanson, jika kamu memprioritaskan cinta daripada rasa hormat yang kamu berikan, kamu akan mentolerir diperlakukan seperti keset. Jika kamu memprioritaskan cinta daripada kepercayaan dalam hubungan, kamu akan mentolerir kebohongan dan selingkuh. Jika kamu memprioritaskan cinta daripada kasih sayang dalam hubungan, kamu akan mentolerir sikap yang dingin dan berjarak dalam hubungan tersebut.

Apa Penyebab Toxic Relationship?

Seseorang bisa saja terus-menerus menyakiti pasangannya -baik sengaja ataupun tidak. Akan tetapi, seseorang seringkali memiliki alasan atas perilakunya, meskipun itu tidak disadari. Ada beragam penyebab yang mempengaruhi tindakan toxic. Misalnya, seseorang sedang berada di lingkungan yang kurang menyayanginya, ia adalah korban bully, atau mungkin ia menderita gangguan kesehatan mental yang tidak terdiagnosis. Misalnya, depresi, kecemasan berlebihan, gangguan bipolar, gangguan makan, atau segala bentuk trauma.

Dari beberapa kemungkinan penyebab itu, bisa saja seseorang merasa butuh pelampiasan atas kejadian yang dialaminya. Ia menganggap dengan melampiaskannya kepada pasangan akan lebih baik bagi dirinya. Apalagi jika pasangannya sangat mencintainya dan menerima segala kekurangan dia.

Bagaimana Ciri-ciri Toxic Relationship?

Ciri-ciri toxic relationship

Sumber : Freepik.com

Toxic relationship bisa saja memiliki beberapa bentuk yang berbeda, tetapi tim Salurehat telah menemukan sejumlah tanda hubungan toxic yang kerap diabaikan banyak orang. Bahkan seringkali salah tafsir, mereka mengira dalam hubungan yang sehat, padahal tidak.

Berikut ini lima ciri-ciri paling umum yang dianggap sebagai hubungan sehat dan normal, tetapi sebenarnya hubungan beracun dan mampu merusak kehidupan.

1. Kamu Tidak Bisa Menjadi Diri Sendiri

Selama berjalannya hubungan, kemungkinan akan ada yang berubah, termasuk dirimu sendiri. Akan tetapi, kalau perubahan itu justru membuatmu memburuk, kamu harus mulai mewaspadai.

Sudah sepatutnya dalam hubungan, kamu tidak merasa canggung menjadi diri sendiri. Kamu bebas menunjukkan versi asli kamu kepada pasangan karena sudah merasa nyaman satu sama lain. Tetapi kalau hubunganmu mengarahkanmu pada perasaan terkekang, tertuntut, atau terhakimi oleh pasangan, maka itulah ciri-ciri hubungan tidak sehat.

2. Merasa Dalam Pemantauan

Bayangkan kalau pasanganmu terus mempertanyakan keberadaan kamu sepanjang waktu. Atau ketika kamu tidak segera membalas chat, dia seketika sangat kesal. Bahkan yang lebih parahnya adalah jika dia sampai mengecek ponselmu untuk sekedar memastikan kamu sering berkomunikasi dengan siapa. Tentu, hal-hal seperti ini membuat kamu tidak nyaman dan merasa seperti hubungan tanpa kepercayaan satu sama lain. Inilah salah satu tanda toxic relationship.

3. Hilang Dukungan

Dalam toxic relationship, rasanya hubungan ibarat kompetisi. Kamu tidak lagi saling mendukung satu sama lain. Jika kamu berhasil mencapai sesuatu, pasanganmu cenderung biasa saja atau bahkan terlihat iri. Alih-alih mendapat dukungan terbaik, pasanganmu malah mencaci kamu saat kamu sukses ataupun gagal. 

4. Seringkali Dibohongi

Tidak ada seorang pun yang suka dibohongi kan? Kepercayaan yang sudah susah-susah kamu bangun, bisa hancur dalam sekejap karena kebohongan pasangan. Padahal hubungan yang sehat dibangun atas asas kepercayaan dan saling terbuka satu sama lain. Kalau kamu atau dia merasa lebih nyaman membohongi pasangan demi menjaga perasaannya, itu tanda-tanda kamu dalam toxic relationship.

5. Kekerasan dalam Hubungan

Ketika pasangan sedang dalam emosi yang tidak baik, bukan wajar jika ia menjadikanmu sebagai pelampiasan. Apalagi  kalau ia sampai melakukan kekerasan. Tentu setiap kekerasan tidak bisa dibenarkan, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan verbal. Apapun itu penyebab konfliknya, kekerasan dalam hubungan sudah jelas tanda-tanda toxic relationship

Kebanyakan orang menganggap ucapan kasar itu hal biasa. Jangan salah, itu termasuk kekerasan verbal loh! Misalnya, pasanganmu merendahkanmu, menganggapmu payah, bahkan memanggilmu dengan bahasa binatang. Hal itu bisa saja menyerang mental seseorang. Banyak sekali gangguan kejiwaan yang bisa muncul seperti insecure, anxiety disorder, bahkan mungkin gangguan bipolar. Jadi, hubungan seperti ini tidak perlu lagi kamu pertahankan.

Cara Keluar Dari Toxic Relationship

Memang tidak mudah keluar dari toxic relationship. Terlanjur cinta menjadi alasan utama untuk tetap bertahan meskipun sakit. Tetapi kalau kamu terus-menerus memaksakan dirimu, apa kabar dengan kebahagiaanmu sendiri? Masihkah kamu pertaruhkan demi membahagiakan orang lain?

Kami peduli dengan situasimu yang tidak mudah. Jadi, tips di bawah ini mungkin bisa kamu coba agar bisa keluar dari hubungan beracun. Yuk simak!

1. Komunikasikan dengan Pasangan

Tidak ada yang mustahil untuk berubah kok. Ketika kamu sadar hubunganmu sudah di titik toxic, bukan berarti kamu langsung memutuskan pergi begitu saja. Cobalah untuk mengkompromikan nasib hubunganmu dengan dia. Kuncinya adalah komunikasi yang baik di waktu yang tepat.

Berkomunikasi dengan pasangan

Sumber : Freepik.com

Ceritakan saja apa yang kamu rasakan selama ini, begitu juga dengan dia. Dari situ, kalian akan lebih saling memahami satu sama lain. Jika kedua pihak sama-sama ingin berubah untuk memperbaiki yang salah selama ini, maka kamu bisa melanjutkan hubunganmu dalam hubungan yang sehat.

Sebaliknya, jika kamu atau dia masih kekeuh dengan pendirian sendiri, maka coba pikirkan kembali kelanjutan hubunganmu. Karena hubungan yang tak lagi sejalur, tak sevisi, dan menyakiti, justru hanya akan jadi bumerang di kemudian hari.

2. Terapkan Lagi Self-Love

Mencintai diri sendiri atau self-love ternyata sangat berperan penting loh dalam menjalani suatu hubungan. Sebab dalam toxic relationship, kamu lebih memprioritaskan agar dia bahagia, bukan memprioritaskan kebahagianmu sendiri. Meskipun ada juga tipe orang yang bahagia jika orang lain bahagia. Tetapi, tentu semua ada porsinya.

Self love

Sumber : Freepik.com

Coba ingat-ingat lagi apa yang benar-benar membuatmu bahagia? Ketika kamu terlalu tertuntut bahkan tertekan dalam hubungan tidak sehat, bisa-bisa kamu lupa mengenal dirimu yang sebenarnya. Maka kamu perlu pastikan yang kamu lakukan itu benar sesuai dengan prinsipmu, bukan paksaan dari orang lain. Inilah yang disebut bagian dari self-love.

Kamu tidak harus selalu terlihat hebat bagi pasanganmu, tetapi jadilah dirimu sendiri agar pasangan menerima kamu. Lakukan dan utarakan apa yang ingin kamu sampaikan pada pasangan. Jangan terlalu memaksakan dirimu hingga kamu merasa berada dalam toxic relationship.

3. Evaluasi Hubungan

Jika kamu sudah benar-benar yakin dengan keputusanmu untuk berhenti dari hubungan yang sudah terlanjur toxic, saatnya kamu evaluasi hubungan itu. Sejenak cobalah flash back pada apa saja yang menyebabkan toxic relationship sempat terjadi di hidupmu. Apakah ini juga karena sikapmu yang keliru terhadap dia? Atau salah memilih pasangan? Atau penyebab lainnya?

Evaluasi hubungan

Sumber : Freepik.com

Setelah kamu menyadarinya, lambat laun kamu akan lebih berani untuk membuka hubungan baru. Jadikan hubungan sebelumnya sebagai pelajaran untuk kedepannya. Sebab hubungan yang sehat bisa berawal dari pengalaman toxic relationship. Dan yakinlah, bukan tidak mungkin, ada seseorang yang benar-benar menghargaimu dan memperlakukanmu sebagai pasangan.

Baca juga : Rebound Relationship, Beneran Sudah Move On Atau Hanya Pelampiasan