Zoom Fatigue: Terlihat Sepele, Tapi Berdampak

Zoom fatigue

Zoom Fatigue: Terlihat Sepele, Tapi Berdampak

Sejak pandemi menyapa, komunikasi jarak jauh dengan video conference bagaikan kebutuhan sehari-hari. Bukan hanya untuk berkomunikasi dengan teman atau keluarga jauh, bahkan juga untuk pekerjaan dan pendidikan. Hingga akhirnya istilah “zoom fatigue” menjadi populer.

Zoom fatigue
Zoom fatigue saat menyerang | Pinterest.com

Isi Artikel

Apa Itu Zoom Fatigue?

 Menurut Carolyn Reinach Wolf, pengacara kesehatan mental, “zoom fatigue” menggambarkan kelelahan, kekhawatiran, atau kelelahan yang terkait dengan penggunaan platform komunikasi virtual yang berlebihan. Gangguan jenis ini booming saat pandemi virus Corona (COVID-19). 

Zoom fatigue juga erat kaitannya dengan burnout. Kok bisa? Hal ini karena keduanya sama-sama disebabkan oleh kelelahan fisik yang berujung pada gangguan mental seseorang. Tak heran, kalau kamu menemukan kasus bunuh diri meningkat selama pandemi Covid-19 ini. Bahkan kasus tersebut terjadi pada siswa yang mengenyam sekolah jarak jauh melalui video conference.

Baca juga : 5 Tips Anti Burnout Walau Kerja Dari Rumah 

Mengapa Zoom Begitu Melelahkan?

Pernahkah kamu merasa Zoom begitu menguras tenaga? Itu wajar kok, Dear. Saat Zoom, kita harus betah berlama-lama di depan layar untuk memastikan informasi bisa kita serap secara utuh. Sesaat kamu mungkin merasa hilang fokus dan mungkin malu untuk meminta pembicara mengulanginya kembali. Atau saat ada sesi pertanyaan, muncul rasa canggung. Mau bertanya, tapi kamu ragu menyalakan fitur unmute. Pun, ketika kamu mengirimkannya di chat publik, kamu takut salah bertanya.

Kelelahan Zoom
Kelelahan fisik dan mental akibat terlalu sering Zoom | Pinterest.com

Zoom Fatigue Versi Pembicara

Lain halnya dengan pembicara, bisa saja pembicara mengalami “zoom fatigue”. Ketika para peserta Zoom justru mematikan kameranya, dan tidak ada satupun yang menanggapi apa yang ia bahas. Mereka membisu, pembicara seperti berbicara hanya dengan dirinya sendiri. Bukankah ini sangat menguras tenaga?

Zoom Fatigue Versi Partisipan

Saat video call, kita semua duduk di rumah yang berbeda. Jika kita menoleh ke arah lain, kita khawatir dianggap tidak memperhatikan pembicara. Belum lagi, kebanyakan dari kita juga menatap jendela kecil diri sendiri pada Zoom, membuat kita sangat sadar akan setiap kerutan, ekspresi, dan muncul anxiety bagaimana mereka mengartikannya. Pada akhirnya, otak kita menjadi lelah karena tidak ada jeda visual.

Baca juga : Mengenali Generalized Anxiety Disorder (GAD)

Kesulitan Menemukan Tempat Ternyaman

Beberapa orang kesulitan menemukan tempat yang tenang untuk terlibat dalam video konferensi profesional. Sebab tidak semua orang memiliki kantor rumah yang mewah dan estetik. Banyak juga yang harus berada di rumah yang kecil dan berantakan. Suara-suara pasangan dan anak mereka ikut meramaikan Zoom. Sampai-sampai beberapa orang harus terpaksa bersembunyi di kamar mandi. Mereka putus asa menemukan beberapa menit ketenangan dan privasi untuk masuk ke Zoom.

Hilang Sinyal Yang Berujung Stres

Belum lagi saat kamu menghadapi hilang sinyal saat Zoom berlangsung. Tentu kamu kehilangan sepotong informasi sebagai peserta. Atau pesan yang ingin kamu sampaikan sebagai pembicara menjadi tidak utuh. Akibatnya informasi tidak berlangsung dua arah. Lelah ya?

Ini bukan hanya berlaku untuk aplikasi video conference Zoom, tapi juga Google Meet, Microsoft Teams, Skype, dan sejenisnya.

Bagaimana cara mengatasi Zoom Fatigue?

Cara mengatasi zoom fatigue

Sumber : Pinterest.com

Kalau kamu merasakan tanda-tanda Zoom Fatigue ada pada dirimu, don’t worry! Salurehat mau memberimu rekomendasi tips cara mengatasi Zoom Fatigue. Simak baik-baik yaa, Teman Rehat!

1. Sesaat Matikan Kamera

Kamu mungkin merasa lelah harus terus menerus tampil cemerlang di layar Zoom, it’s okay to turn off your camera! Eitss, tapi jika ini dibolehkan oleh Host yaa. Kalaupun tidak, kamu bisa izin sejenak untuk mematikan kamera. Sekedar untuk beristirahat sejenak, tarik napas, peregangan, atau makan snack kecil. Jangan salah, ini penting loh untuk mempertahankan mentalmu tetap baik selama Zoom berlangsung. Menurut Rere, 10 menit untuk mematikan kamera sepertinya cukup.

Selamat mencoba ya, dear!

2. Hidden Yourself

Penelitian menunjukkan ketika beberapa orang harus menyalakan kameranya, alhasil mereka banyak menghabiskan waktunya untuk melihat wajah mereka sendiri. Tujuannya untuk memastikan setiap ekspresi, kerutan wajah, serta penampilan diri selalu terlihat baik. Untuk mengatasinya, kamu bisa memanfaatkan fitur ‘hidden my self’. Dengan begitu, Anda tidak lagi melihat video dirimu sendiri, meski partisipan lain masih dapat video kamu.

3. Hindari Multitasking

Multitasking saat Zoom memang menggiurkan. Kadang saat jenuh mulai muncul, kamu terpikirkan untuk membuka tab baru sekedar mencari informasi lainnya. Atau justru sambil mendengarkan pembicara, kamu sambil bermain game di ponselmu? Jenuhnya memang hilang, tetapi fokusnya juga ternyata ikut hilang. Nah loh?!

Peneliti di Stanford menemukan bahwa orang yang melakukan banyak tugas tidak dapat mengingat banyak hal, serta tidak menyimak rekan mereka secara lebih fokus. Solusinya, coba tutup tab di browsermu yang tidak kamu perlukan, tutup program yang mengganggu missal email masuk atau aplikasi yang tidak perlu. Kamu juga perlu menjauhkan dirimu dari ponselmu. Ini bertujuan untuk menjaga fokusmu agar tidak mudah asyik dengan ponsel daripada Zoom.

4. Persiapan adalah Kunci

Sebelum memulai Zoom, alangkah baiknya kamu mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu. Dari mulai perangkat yang akan digunakan hingga materi dan cara membawakannya nanti. Tujuannya, supaya ketika Zoom nanti, kamu lebih percaya diri menghadapi partisipan dengan segala tantangannya.

Selain itu, sebagai pembicara sebaiknya kamu juga berusaha mengadakan interaksi dengan partisipan sehingga konferensi lebih hidup. Kamu bisa bertanya kepada partisipan dengan memancing mereka bercerita tentang pengalamannya. Atau dengan cara lain, kamu bisa menyisipkan sedikit humor yang mengundang tawa di sela-sela acara sehingga suasana tidak terlalu serius.

5. Ciptakan Suasana Ternyaman

Suasana lingkungan kerja untuk Zoom juga bisa mempengaruhi munculnya Zoom Fatigue loh. Bagaimana tidak, saat ruangan kita berantakan dan berisik, tentu bisa menjadi distraksi. Wah, bisa-bisa kamu malah kehilangan fokus hingga stress sendiri. Alih-alih ingin mendapatkan informasi yang berkualitas, yang kamu dapat justru nihil.

Tambahan tips dari Rere nih untuk kamu yang ingin tetap rileks saat Zoom, bisa letakkan diffuser dengan pure essential oils. Tentunya essential oils yang benar-benar pure dan original yaa, Dear. Pastikan juga, variannya sesuai dengan kebutuhan dan harum favoritmu. Tapi memang tidak mudah menemukan essential oils yang 100% pure dan original sih. Tenang… Rere ada rekomendasi produk favorit Rere nih, yaitu Essential Oils Manura Botanical. Tapi awas, setelah pakai essential oils Manura bisa-bisa kamu jadi rileks Zoom nya!
Baca juga : Manfaat Essential Oils Yang Patut Kamu Ketahui!  

Nah, itu dia 5 tips atasi Zoom Fatigue yang bisa kamu coba. Semoga tips tadi bisa sangat bermanfaat untukmu. Zoom fatigue memang seperti fenomena yang mendunia. Jadi, kamu gak sendiri kok. Bagaimana zoom fatigue berdampak ke kehidupanmu? Kamu bisa ceritakan di kolom komentar yaa! Rere tunggu loh 🙂 

Mampir juga ke beberapa artikel pilihan Salurehat lainnya! Karena kesehatan mentalmu adalah prioritas kami, maka edukasi harus terus berjalan.